Inilah Ciri-Ciri Pembalut yang Berbahaya. Cermati Sebelum Membeli!

Pembalut wanita terdiri dari dua jenis yaitu pembalut sekali pakai dan pembalut kain, namun mayoritas wanita menggunakan pembalut sekali pakai karena lebih praktis. Namun tahukah Anda dibalik kemudahan dan kepraktisan dalam menggunakan pembalut sekali pakai ada bahaya yang bisa mengintai kesehatan reproduksi wanita. Ketahui ciri pembalut berbahaya sehingga bisa memilih pembalut dengan kualitas terbaik untuk digunakan dengan aman dan nyaman. Kandungan Pembalut yang Harus Diwaspadai Saat ini ada banyak sekali merek pembalut sekali pakai yang didesain sesuai dengan kebutuhan wanita. Dari mulai ukurannya, daya serap, bahan, lebar dan panjang serta keberadaan sayap pun menjadi pertimbangan khusus seorang wanita memilih pembalut yang akan digunakannya. Bahkan juga tersedia jenis pembalut untuk hari yang aktif, pembalut khusus malam hari hingga pembalut tipis untuk mengatasi jumlah cairan haid yang sedikit.  Ternyata diantara sekian jenis pembalut yang beredar di pasaran, beberapa diantaranya merupakan jenis pembalut yang berbahaya. Ada beberapa hal yang bisa menjadi pertanda bahwa pembalut yang Anda gunakan memiliki kandungan berbahaya diantaranya adalah menyebabkan iritasi pada kulit sekitar kewanitaan meski digunakan hanya sebentar.  Setidaknya ada beberapa kandungan pembalut yang harus diwaspadai karena merupakan ciri yang dimiliki pembalut berbahaya: 1. Menggunakan bahan selain kapas Pembalut yang dibuat sesuai dengan standar kesehatan adalah yang menggunakan bahan dasar kapas 100%. Namun beberapa produsen berupaya mengakali biaya produksi dengan mengganti bahan kapas dengan menggunakan kertas daur ulang hingga serat kayu. Penggunaan bahan tersebut biasanya bisa menyebabkan infeksi pada organ intim hingga reaksi alergi saat digunakan seperti gatal pada vagina berlebihan, ruam hingga terjadi keputihan.  2. Mengandung klorin Ciri pembalut yang harus diwaspadai berikutnya adalah jenis pembalut yang dalam proses pembuatannya menggunakan bahan klorin. Biasanya bahan ini digunakan pada pembalut yang terbuat dari bahan kertas daur ulang atau serat kayu untuk menjadikan tekstur bahan pembalut terlihat putih bersih. Bahan klorin diketahui bisa menghasilkan dioksin karsinogenik yang diketahui bisa menyebabkan penyakit kanker.  3. Mengandung pewarna Pembalut yang mengandung pewarna juga sangat tidak dianjurkan untuk digunakan karena memiliki efek buruk pada kesehatan bagian reproduksi. Adapun jenis warna yang dianjurkan untuk pembalut wanita sekali pakai adalah warna putih. Hindari pembalut berwarna putih mengkilap, karena warna tersebut biasanya diperoleh dari hasil proses pemutihan dengan menggunakan bahan klorin dan dioksin yang berbahaya.  4. Pestisida Kandungan berbahaya lainnya yang juga bisa diperoleh pada pembalut wanita sekali pakai adalah pestisida. Meskipun bahan ini tak dicantumkan dalam kemasan produknya, namun menurut beberapa penelitian ditemukan ada beberapa pembalut yang mengandung bahan tersebut. Kandungan pestisida bisa menyebabkan adanya reaksi alergi seperti ruam merah, gatal pada kulit, bengkak dan nyeri pada area kewanitaan.  5. Mengandung wewangian Beberapa produsen pembalut memilih untuk menambahkan pewangi pada pembalut yang mereka buat dengan tujuan untuk menyamarkan bau amis dari darah. Bahkan meski yang ditambahkan sekalipun terbuat dari bahan alami seperti bahan daun sirih sekalipun ternyata juga masih belum terbukti efektif atau tidak. Banyak yang mengeluhkan penambahan wewangian ternyata justru menyebabkan iritasi hingga gatal kemerahan pada kulit sekitar kewanitaan.  Ciri-ciri Pembalut Berbahaya yang Perlu Dihindari Pembalut berbahaya untuk digunakan biasanya mempunyai ciri khas tersendiri di antaranya sebagai berikut:  Pembalut menyebabkan gatal dan panas pada kulit area kewanitaan saat sedang digunakan Penggunaan pembalut menyebabkan terjadinya keputihan yang sebelumnya tak terjadi Muncul bau tak sedap yang cukup tajam dan cairan kekuning-kuningan dari area kewanitaan Alternatif Pembalut yang Aman Setelah mengetahui beberapa ciri dari pembalut yang memiliki kandungan berbahaya untuk kesehatan reproduksi wanita. Berikutnya adalah untuk mengetahui bagaimana cara memilih pembalut yang aman untuk digunakan: Pilih jenis pembalut yang sudah memiliki kualitas berstandar SNI dengan mengecek status yang tertulis di kemasan produk Usahakan untuk lebih teliti memilih produk pembalut, terutama mengecek masa kadaluarsanya Pilih jenis pembalut yang menggunakan bahan kapas dan seratnya tak mudah terlepas saat sedang digunakan Cek apakah pembalut memiliki bau bahan kimia yang tajam atau tidak Pastikan memilih pembalut yang dikemas dengan higienis sehingga tak terkontaminasi apa pun sebelum digunakan Pilih pembalut yang tak menggunakan bahan tambahan seperti pewangi, parfum atau ekstrak apa pun di dalamnya Pembalut kain menjadi alternatif ketika Anda bingung mencari pembalut yang aman, nyaman, dan bebas iritasi. Nadnad adalah merek pembalut kain yang dibuat dari bahan berkualitas untuk memberikan keamanan sekaligus kenyamanan pada wanita ketika masa haidnya datang. Tersedia berbagai varian dan jenis pembalut kain Nadnad yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masa haid Anda. Tunggu apa lagi? Yuk jaga kesehatan kewanitaan Anda dengan pembalut kain NadNad!

Penjelasan Flek Hitam Setelah Haid, Normalkah?

Flek hitam setelah haid bisa terjadi karena keputihan yang keluar dalam bentuk bercak atau flek berwarna hitam hingga kecoklatan. Meski tak semua wanita mengalami hal tersebut, namun beberapa wanita mengalami keluarnya flek hitam yang diakibatkan karena beberapa faktor. Umumnya, flek hitam terjadi karena adanya sisa darah haid yang belum keluar dengan tuntas kemudian bercampur dengan cairan keputihan sehingga terkadang terlihat berwarna hitam kecoklatan. Kenapa Keluar Flek Hitam Setelah Haid? Flek hitam merupakan sebuah hal yang wajar terjadi pada wanita terutama jika keluar setelah masa haid berlangsung. Namun ada baiknya untuk mewaspadai jika flek hitam keluar disertai dengan adanya keluhan ataupun gejala yang mencurigakan. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa menjadi penyebab keluarnya flek coklat setelah masa haid selesai, diantaranya adalah: 1. Adanya sisa darah haid Flek hitam yang keluar bisa jadi merupakan sisa darah haid yang belum tuntas dikeluarkan semasa haid berlangsung. Adapun warnanya khas lebih gelap daripada darah haid biasanya, karena sudah mengalami proses oksidasi setelah mengendap beberapa lama di dalam rahim. Selain itu tekstur flek akan menjadi lebih kental, sedikit bergumpal, lengket ataupun lebih kering.  2. Efek samping penggunaan KB Penyebab flek hitam setelah haid yang kedua adalah karena adanya efek samping penggunaan KB atau alat kontrasepsi. Terutama jika Anda menggunakan jenis alat kontrasepsi hormonal seperti IUD, pil KB hingga cincin vagina yang bekerja dengan melepaskan hormon progesterone ke aliran darah. Flek hitam bisa keluar karena adanya proses adaptasi dari tubuh dengan hormon yang dilepaskan dari alat kontrasepsi yang digunakan.  3. Tanda kehamilan Flek hitam juga bisa keluar karena adanya tanda kehamilan yang kemudian disebut dengan perdarahan implantasi. Biasanya hal tersebut terjadi pada saat sel telur yang sudah dibuahi sedang dalam proses menempel pada lapisan dinding rahim. Meski tak semua wanita mengalaminya, namun hampir sekitar 25 persen wanita akan mengalami perdarahan implantasi yang menjadi tanda dari awal sebuah kehamilan.  Apakah Flek Hitam Termasuk Haid? Meski keluarnya flek hitam yang terjadi setelah haid memiliki beberapa penyebab, namun jika hal tersebut terjadi setelah masa haid berlangsung maka bisa jadi flek hitam tersebut masih termasuk darah haid. Terutama jika haid yang dialami berlangsung dengan durasi pendek atau masih kurang dari 15 hari lamanya. Haid yang belum tuntas keluar bisa menjadi flek hitam dikarenakan beberapa hal seperti adanya gangguan pembekuan darah, kurangnya proses ovulasi hingga adanya ketidakseimbangan hormon. Flek Hitam dan Coklat Setelah Haid. Normalkah? Menurut kondisi medis, adanya flek hitam setelah haid juga bisa dikategorikan pada suatu kondisi menstruasi yang tak teratur. Adapun untuk penyebab dari terjadinya kondisi tersebut adalah dikarenakan beberapa faktor seperti misalnya stres, kegemukan, penggunaan alat kontrasepsi, gejala penyakit alat reproduksi dan lainnya. Jika flek hitam terjadi lebih dari periode haid pada umumnya, yaitu sekitar lebih dari 7 atau 8 hari lamanya maka bisa jadi merupakan satu gejala dari gangguan kesehatan reproduksi. Sehingga penting untuk mengamati durasi dan ciri khas dari flek hitam yang terjadi untuk mendeteksi adanya ketidaknormalan pada fungsi reproduksi.  Beberapa gejala yang harus diwaspadai ketika terjadi flek hitam pasca haid adalah: Keluarnya cairan berwarna kuning hingga kehijauan bersamaan dengan flek hitam Durasi keluarnya flek hitam berlangsung lebih lama yaitu lebih dari 7 hari Pada area kulit luar vagina terlihat bengkak dan kemerahan Mengalami nyeri panggul atau kram perut yang cukup parah Terasa sakit ketika sedang melakukan hubungan seks Saat buang air kecil terasa sakit dan ada sensasi terbakar Tubuh demam yang merupakan pertanda adanya infeksi pada tubuh Bagaimana Cara Mengatasi Flek Hitam Pasca Haid? Jika Anda mengalami beberapa gejala yang disebutkan di atas, maka sebaiknya segera lakukan beberapa hal berikut sebagai tindak penanganan.  Periksakan diri ke dokter kandungan atau ginekologi untuk memperoleh diagnosa dengan cepat dan mendapatkan penanganan yang tepat Melakukan perawatan pada kesehatan vagina dengan baik dan benar Menjalani gaya hidup sehat Hindari perilaku seks bebas Gunakan pembalut yang aman dan nyaman untuk kesehatan kulit area vagina Lalu bagaimana cara memilih pembalut yang aman dan nyaman untuk kesehatan kulit area vagina? Ada banyak sekali merek pembalut sekali pakai yang banyak mengakibatkan iritasi karena menggunakan bahan yang kurang nyaman untuk kulit. Kini sudah tersedia pembalut kain NadNad, yang terbuat dari bahan kain berkualitas yang dipastikan aman dan nyaman untuk area kulit sekitar vagina. Anda bisa menggunakan pembalut kain Nadnad yang selain bisa melindungi kulit dari risiko iritasi juga lebih ramah lingkungan karena bisa digunakan berulang kali setelah dicuci dengan benar. Demikian ulasan tentang flek hitam setelah haid yang dialami oleh beberapa wanita dan merupakan satu hal yang normal untuk terjadi. Yuk sama-sama kita jaga kesehatan saat menstruasi baik dari luar dan dalam agar terhindar dari permasalahan serius.  Oh iya sekarang kamu tidak perlu ragu lagi untuk menggunakan pembalut kain. Tidak mengandung bahan kimia, menjadikan organ kewanitaanmu jadi lebih sehat dan terhindar dari penyakit yang serius.  Pembalut kain NadNad yang dibuat dari bahan berkualitas terbaik dan menggunakan desain dan ukuran yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan menstruasimu. Dapatkan pembalut kain berkualitas dari Nadnad untuk masa menstruasi yang lebih nyaman, sehat dan bebas aktif seharian.  Tunggu apalagi? Yuk dapatkan Menspad Nadnad sekarang juga!

Jarak Haid hanya 7 Hari Sudah Haid Lagi. Normalkah?

Umumnya jarak antar masa haid yang satu dengan yang berikutnya berselang hingga kurang lebih satu bulan, namun bagaimana jika jarak haid hanya 7 hari? Tentunya banyak wanita yang cemas dan bertanya-tanya mengapa siklus haidnya tiba-tiba tidak normal seperti biasanya. Ada banyak penjelasan tentang mengapa siklus haid menjadi lebih pendek, penyebab dan bagaimana cara menghadapinya dengan benar. Umumnya Berapa Hari Siklus Haid Pendek? Siklus menstruasi yang dimiliki setiap perempuan bisa berbeda-beda karena sesuai dengan kondisi tubuh dan kesehatannya. Namun secara umum, wanita memiliki siklus haid normal berlangsung sekitar 21-35 hari yang datang setiap bulan sekali. Nah jika siklus haid yang dimilikinya kurang dari 21 hari, seperti jarak haid hanya 7 hari maka bisa dikategorikan pada siklus haid pendek. Kondisi tersebut bisa menjadikan seorang wanita mengalami haid lebih dari sekali dalam sebulan. Siklus haid yang pendek lebih banyak dialami kalangan remaja karena usia tersebut mereka masih rentan mengalami adanya perubahan hormon drastis. Setelah wanita mendapatkan haid pertamanya, setidaknya butuh waktu beberapa tahun untuk mendapatkan siklus haid yang normal dan teratur. Siklus haid tersebut akan terjadi berulang hingga Anda masuk ke masa menopause di mana menstruasi terhenti secara alami karena tubuh tidak memproduksi sel telur lagi. Nah seorang wanita juga bisa mengalami gangguan siklus haid yang disebabkan karena berbagai faktor. Namun sebelum menentukan apakah Anda mengalami siklus haid pendek atau tidak, perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut: Apakah masa itu merupakan masa di mana haid Anda datang seperti biasanya? Jumlah darah haid yang keluar, apakah deras atau hanya dalam bentuk flek atau bercak saja Ketahui tekstur dan jenis darah haid yang keluar, apakah seperti darah haid pada umumnya atau berbentuk darah segar? Beberapa hal tersebut penting untuk diperhatikan, sebab adakalanya karena faktor kecapekan, stres, kondisi kesehatan yang menurun dan lainnya bisa menyebabkan tubuh mengeluarkan darah haid lebih banyak dari biasanya. Maka penting untuk mengecek, apakah warna dan tekstur darah haid seperti biasanya atau tidak untuk membedakannya dengan darah pendarahan.  Penyebab Jarak Siklus Haid Pendek atau Sebentar Setidaknya ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab dari jarak siklus haid yang terlalu pendek atau sebentar, yaitu: Kecapekan atau beban kerja terlalu berat Stres Kegemukan  Kekurangan nutrisi Masa menjelang menopause Gangguan hormon tiroid Berolahraga berat Penyakit reproduksi seperti endometriosis, miom, polip rahim dan lainnya Infeksi menular seksual Adenomiosis Gangguan pola makan Jarak Haid hanya 7 Hari: Apakah Normal? Untuk wanita yang mengalami siklus haid pendek bisa dikatakan normal jika terjadi tidak terlalu sering. Namun jika siklus haid terjadi cukup sering hingga setidaknya 3 bulan berturut-turut, maka perlu adanya konsultasi lebih lanjut dengan dokter. Anda bisa mengkonsultasikan keluhan dan gejala yang dialami pada dokter spesialis kandungan atau ginekologi untuk mendapatkan diagnosa serta prosedur pengobatan yang tepat. Ada beberapa gejala yang harus diwaspadai jika mengalami siklus haid pendek seperti berikut: Siklus haid bisa memendek atau memanjang contohnya jika jarak haid hanya 7 hari Durasi haid yang terlalu singkat (kurang dari 3 hari) atau terlalu lama (lebih dari 7 hari) Adanya rasa nyeri perut (haid) yang berlebihan Pendarahan yang sangat banyak sehingga menyebabkan tubuh sangat lemas Terasa nyeri atau terjadi pendarahan ketika berhubungan seksual Mengalami sesak nafas Berat badan yang naik atau turun secara drastis Terasa nyeri di bagian panggul Mengalami siklus haid pendek tentunya menjadikan rasa tidak nyaman tersendiri, pasalnya Anda harus menggunakan pembalut dalam jangka waktu lebih lama. Beberapa wanita mengeluhkan terjadinya iritasi, ketika mereka menggunakan pembalut untuk waktu yang cukup lama. Hal tersebut sebenarnya bisa diatasi dengan menggunakan pembalut kain.  Saat ini ada banyak sekali merek pembalut kain yang beredar di pasaran. Untuk kualitas produknya tentunya berbeda-beda, namun ada satu pembalut kain yang direkomendasikan untuk Anda agar lebih nyaman melalui masa siklus haid pendek. Pembalut kain NadNad, memiliki varian pembalut yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan sesuai masa haid Anda.  Pembalut kain diklaim jauh lebih aman dan nyaman untuk digunakan karena terbukti efektif untuk meminimalisir adanya resiko terjadinya ruam iritasi karena penggunaan pembalut sekali pakai. Pembalut sekali pakai biasanya menggunakan bahan yang agak kasar dan memiliki kandungan bahan kimia di dalamnya. Sedangkan pembalut kain memiliki kualitas bahan kain yang bagus, lembut dan tidak mengandung bahan kimia apapun sehingga lebih nyaman digunakan.  Dengan begitu, jika Anda mengalami jarak haid hanya 7 hari bukanlah masalah lagi. Namun tetap waspada untuk memperhatikan masa siklus haid tersebut, jika terjadi berkepanjangan maka segera konsultasi ke dokter.  Baca juga: Siklus Haid Lebih dari 35 Hari. Normalkah?

Mual saat Menstruasi, Apakah Normal?

Apakah kamu sering mengalami mual saat menstruasi? Kira-kira kejadian tersebut normal atau tidak ya? Mari cari tahu bersama dengan Minnad! Saat sedang menstruasi, banyak perempuan yang merasa tidak nyaman pada tubuhnya. Mulai dari nyeri, pusing, hingga mual. Mual saat menstruasi merupakan suatu kondisi yang cukup normal terjadi. Apa Penyebab Mual saat Menstruasi? Terdapat beberapa penyebab mual saat menstruasi. Berikut kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan mual saat sedang haid. Dismenore Saat sedang masa menstruasi atau haid banyak wanita yang mengalami kram perut. Kram perut saat haid biasa disebut dengan dismenore. Dismenore atau kram perut biasa terjadi pada bagian perut bawah. Kondisi ini dapat terjadi karena perubahan hormon yang memicu kontraksi rahim untuk meluruhkan lapisannya sebelum atau saat sedang mengalami haid. Dismenore dapat dikategorikan normal jika menimbulkan gejala-gejala yang ringan. Namun pada beberapa kasus dismenore dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan membuat tidak nyaman. Premenstrual Syndrome (PMS) Premenstrual syndrome (PMS) adalah gejala-gejala yang dialami wanita sebelum memasuki masa menstruasi. Gejala tersebut dapat berupa perubahan fisik, perilaku, dan emosi. Belum diketahui penyebab PMS secara pasti, namun terdapat beberapa faktor yang diduga pemicu PMS, seperti perubahan hormon dan perubahan zat kimia di otak. Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) PMDD adalah PMS namun dengan versi yang lebih berat atau parah. Gejala yang terjadi hampir sama namun dengan rasa tidak nyaman yang lebih parah. Penyebab PMDD pun juga hampir sama dengan PMS, yaitu perubahan hormon selama siklus menstruasi.  Namun, pada kasus PMDD, perubahan hormon menyebabkan rendahnya kadar serotonin, yaitu zat alami yang ada di otak. Ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan perubahan emosional yang intens. Endometriosis Endometrium adalah jaringan yang melapisi rahim. Sementara itu, endometriosis adalah penyakit akibat bagian tubuh lain ditumbuhi jaringan yang serupa dengan endometrium. Kondisi seperti ini bisa terjadi di ovarium, tuba falopi, dan jaringan sekitar rahim. Jaringan yang mirip dengan endometrium ini bisa menebal dan meradang ketika memasuki siklus haid, sehingga menyebabkan mual. Baca Juga : 7 Gangguan Menstruasi yang Harus Kamu Waspadai Cara Mengatasi Mual Saat Menstruasi Mual yang terjadi saat haid bisa sangat mengganggu aktivitas dan menguras energi. Untungnya, terdapat sejumlah cara yang bisa membantu untuk mengatasi masalah tersebut, seperti : Obat Antiinflamasi Nonsteroid (NSAID) Obat jenis ini sering digunakan untuk mengatasi nyeri haid. NSAID bekerja dengan cara mengurangi prostaglandin (zat mirip hormon yang memicu kontraksi otot rahim), sehingga dapat meredakan kram dan mual. Contoh obat jenis NSAID adalah ibuprofen, naproxen, dan aspirin. Kontrasepsi Oral Kontrasepsi oral seperti Pil KB, ternyata mampu membantu permasalahan mual saat haid. Obat yang biasa digunakan untuk mencegah kehamilan ini dapat mengendalikan perubahan hormon saat menstruasi. Selain untuk meredakan mual, pil KB juga dapat meredakan gejala menstruasi yang menyakitkan, endometriosis, hingga PMS. Alternatif Rumahan Terdapat beberapa alternatif yang bisa dilakukan dan dikonsumsi dari rumah. Berikut beberapa alternatif yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah mual saat haid. Jahe Jahe dapat membantu mengatasi mual karena dapat mengatur prostaglandin dalam tubuh. Bisa mulai dengan mencoba mengkonsumsi teh jahe atau permen jahe. Permen Ekstrak Peppermint Memiliki fungsi yang hampir sama dengan jahe, yaitu mengurangi prostaglandin, sehingga dapat meredakan mual. Kayu Manis Rempah satu ini mengandung senyawa yang dikenal dengan eugenol yang bisa menekan prostaglandin. Sehingga sangat bermanfaat untuk mengurangi perdarahan menstruasi, mual, dan nyeri. Itulah penyebab dan cara mengatasi mual saat sedang menstruasi. Meskipun tergolong normal, jika mual yang terjadi sudah sangat mengganggu, ada baiknya melakukan konsultasi ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat! Jangan lupa untuk selalu menggunakan pembalut yang aman dan nyaman selama menstruasi, untuk mendukung segala aktivitas. Contohnya, Nadnad Menspad, pembalut kain ramah lingkungan yang sudah terbukti aman dan nyaman. Tunggu apalagi, pesan sekarang juga!   Referensi :  Putri A.M. 2023. 8 Cara Mengatasi Mual saat Haid, Minum Teh Herbal, Moms!. Diakses pada Sabtu, 09 Desember 2023 https://www.orami.co.id/magazine/mual-saat-haid?page=all 3 Cara Mengatasi Mual saat Menstruasi. 2021. Diakses pada Sabtu, 09 Desember 2023 https://www.halodoc.com/artikel/3-cara-mengatasi-mual-saat-menstruasi Hapsari A. 2022. Penyebab dan Cara Mengatasi Mual Saat Haid. Diakses pada Sabtu, 09 Desember 2023 https://www.klikdokter.com/gaya-hidup/perawatan-wanita/penyebab-dan-cara-mengatasi-mual-saat-haid  

Siklus Haid 14 Hari Apakah Normal?

Siklus menstruasi merupakan salah satu hal yang harus diketahui para wanita. Ada kalanya siklus haid ini tidak normal, bisa lebih pendek maupun lebih panjang. Lalu siklus haid 14 hari apakah normal? Simak pembahasannya di bawah ini. Penyebab Siklus Haid Berkepanjangan Normalnya menstruasi itu adalah dalam periode 2-8 hari, siklusnya antara 21-35 hari. Siklus menstruasi yang sehat bisa saja memanjang, tapi dengan durasi di batas normal. Kalau dari sebelumnya 27 hari lalu menjadi 37 hari, maka perlu Anda waspadai. Ada beragam hal yang dapat menyebabkan siklus memanjang ini.  Gangguan pada keseimbangan hormonal menjadi salah satu penyebab siklus haid berkepanjangan. Kondisi tersebut sering didasarkan pada gaya hidup seseorang yang kurang sehat, adanya efek samping dari KB maupun meminum obat yang bersifat hormonal lain. Penyebab lain yaitu seperti berat badan berubah secara terlalu drastis, mengalami stres berlebihan, maupun gangguan pada kelenjar tiroid.  Semisal keluhan berlangsung 1 tahun lebih, maka disarankan untuk periksakan diri ke spesialis kandungan. Dengan pemeriksaan hormon, dan pemeriksaan USG, maka akan membantu dokter untuk mendeteksi berbagai kemungkinan kondisi tertentu yang mungkin berbahaya.  Baca juga: Bolehkah Berenang saat Haid? Simak 4 Tips dan Penjelasannya! Siklus Haid 14 Hari Apakah Normal? Sekarang Anda sudah tahu mengenai siklus yang berkepanjangan atau bisa lebih dari 35 hari. Lalu siklus haid 14 hari apakah normal? Perlu diingat kembali siklus menstruasi yang termasuk normal yaitu saat berlangsung di cakupan 21-35 hari. Sementara untuk rata-rata siklusnya yaitu 28 hari.  Semisal siklus haid Anda 14 hari, maka otomatis bisa tergolong tidak normal, alasannya karena 14 hari itu lebih rendah dari cakupan batasan 21 hari. Jadi, 14 hari bukan termasuk siklus haid yang normal. Siklus yang tidak normal bukan hanya kurang dari 21 hari saja, tapi juga lebih dari 35 hari termasuk tidak normal.  Kalau hal tersebut terjadi berturut-turut, maka disarankan untuk lakukan konsultasi dengan spesialis kandungan. Dengan konsultasi, maka bisa tahu penyebab jelasnya apa dan mencari cara tepat untuk menormalkan siklus haid tersebut. Baca Juga: Siklus Haid Lebih dari 35 Hari. Normalkah?  Cara Menjaga agar Siklus Haid tetap Teratur Sekarang Anda sudah tahu siklus haid 14 hari apakah normal atau tidak. Anda perlu tahu juga bagaimana caranya supaya siklus menstruasi bisa teratur kembali. Mengonsumsi makanan yang lebih sehat dan bergizi seimbang bisa menjadi hal yang membantu. Makanan-makanan sehat tersebut bisa menyehatkan keseimbangan hormon dan reproduksi Anda. Dapatkan cukup nutrisi baik itu untuk vitamin D, kalsium, asam folat, dan zat besi. Simak beberapa poin berikut mengenai upaya-upaya lainnya yang dapat Anda coba lakukan untuk menormalkan siklus menstruasi. 1. Mengelola stres dan lakukan relaksasi Jika Anda mengalami gangguan stres, maka bisa mempengaruhi kondisi keseimbangan hormon tubuh Anda lalu pada akhirnya dapat berdampak pada siklus menstruasi. Coba carilah hal-hal yang dapat meredakan stres, misalnya melakukan meditasi. Relaksasi adalah hal yang cukup penting untuk menyehatkan siklus menstruasi. Selain meditasi, coba lakukan olahraga yoga maupun latihan lainnya yang bisa menyehatkan pernapasan dan mental. Bukan hanya bisa membuat tubuh kita menjadi lebih rileks, aktivitas-aktivitas ini bisa memberikan manfaat kesehatan lainnya juga. 2. Usahakan berat badan tetap ideal Dari kondisi berat badan bisa membuat siklus haid Anda menjadi teratur. Bukan hanya obesitas atau berat badan berlebih saja yang perlu dihindari, berat badan yang terlalu rendah juga dapat berpengaruh ke siklus haid. Faktor yang satu ini dapat berpengaruh ke proses ovulasi. Semisal ovulasi belum kunjung terjadi, menstruasi pun tidak dapat berlangsung juga. Oleh karena itu, Anda perlu fokus mencapai berat badan ideal agar bisa menyehatkan menstruasi. Jika harus menaikkan berat badan, maka pastikan yang dikonsumsi adalah makanan-makanan sehat bergizi. 3. Pastikan kualitas tidur sudah cukup baik Tidur singkat bisa berpengaruh ke kondisi menstruasi, haid bisa kurang teratur jika tidak cukup tidur. Supaya tidur Anda lebih berkualitas, bisa coba terapkan kebiasaan yang lebih baik seperti memastikan baik itu tidur maupun bangun pada waktu sama untuk setiap harinya. Lebih baik Anda hindari perangkat elektronik baik itu smartphone, maupun laptop jika saatnya sudah harus tidur. Perlu dihindari juga asupan kafein, minuman alkohol, dan konsumsi makanan berlebihan menjelang tidur. Buat kamar tidur Anda senyaman mungkin, bisa dengan mengatur suhunya maupun mengelola pencahayaan. Jika ingin tidur siang, lebih baik dibatasi misalnya selama 15 menit. 4. Batasi merokok  Bukan hanya konsumsi alkohol yang harus dihindari, agar bisa menyehatkan kondisi menstruasi, perlu hindari juga rokok. Keduanya jika dilakukan secara berlebihan, maka dapat berpengaruh kepada keseimbangan hormon maupun kesehatan reproduksi. Sekian pembahasan seputar siklus haid 14 hari apakah normal atau tidak. Jika Anda mendapati siklus menstruasi Anda tidak normal, maka lebih baik terapkan beberapa cara di atas atau bisa konsultasi langsung ke dokter agar bisa diterapkan perawatan terbaik. Yuk mulai jaga kesehatan reproduksi kita dengan menerapkan pola hidup sehat, salah satunya memilih jenis pembalut yang kita gunakan. Tahukah Anda? Bahwa pembalut yang beredar di pasaran bisa saja mengandung bahan berbahaya yang mengakibatkan ketidakseimbangan hormon yang berujung pada siklus haid tidak teratur. Oleh karena itu, Anda harus memilih pembalut yang tepat. Bagaimana caranya? Simak artikel 5 Cara Memilih Pembalut yang Baik agar Aman dan Nyaman

Siklus Haid Lebih dari 35 Hari. Normalkah?

Biasanya siklus haid normal terjadi antara 21 hari hingga 35 hari, sementara periode haid biasanya berlangsung 2 hari sampai seminggu. Lalu bagaimana kalau siklus haid lebih dari 35 hari? Apakah masih normal atau termasuk siklus yang tidak teratur? Cari tahu jawabannya pada pembahasan berikut ini. Apa Penyebab Siklus Haid Lebih dari 35 Hari? Beberapa hal berikut dapat menyebabkan haid yang terlambat hingga 35 hari lebih atau tidak mengalami menstruasi sama sekali. 1. Berat badan Jika berat badan berubah secara signifikan, maka dapat berpengaruh kepada waktu menstruasi. Baik itu penurunan maupun peningkatan lemak tubuh akan memicu ketidakseimbangan hormon sehingga menstruasi bisa terlambat hingga 35 hari lebih. 2. Faktor stres Karena mengalami stres berlebihan, bisa juga berpengaruh terhadap produksi hormon yang terganggu. Ovulasi bisa berhenti sementara waktu karena faktor stres tersebut. Jika ovulasi sudah terganggu karena stres, maka menstruasi bisa terganggu juga. 3. Melakukan olahraga intens Berolahraga memang merupakan aktivitas yang menyehatkan tapi ada saatnya harus menghindari olahraga intens. Saat kita berolahraga berlebihan, maka akan banyak kalori yang terbakar. Tubuh Anda bisa saja kekurangan kalori, yang membuat sistem hormon terganggu. Lalu pada akhirnya siklus menstruasi bisa terganggu karena kondisi hormon tersebut. Umumnya kondisi seperti ini bisa normal kembali saat intensitas aktivitas fisik dikurangi atau ada asupan kalori tambahan untuk tubuh Anda. 4. PCOS Apa itu PCOS? Inilah serangkaian gejala tertentu karena hormon reproduksi yang tidak seimbang. Mereka yang mengalami PCOS biasanya tidak teratur ovulasinya sehingga kondisi haid mereka juga menjadi tidak teratur. Para wanita yang punya PCOS, maka haidnya bisa terlambat, atau tidak mengalaminya sama sekali. Kemungkinan lain yaitu periode menstruasi menjadi baik itu lebih ringan maupun lebih berat dan bisa memungkinkan juga mengalami gejala lain. 5. Kontrasepsi hormonal Ada beberapa kontrasepsi yang berbasis hormon, misalnya IUD, implant, maupun KB suntik. Beberapa penggunaan kontrasepsi tersebut bisa saja menyebabkan seorang wanita berhenti haid. Penggunaan pil KB mungkin lebih jarang bisa menyebabkan dampak tersebut, tapi di bulan-bulan awal, mereka bisa tidak teratur menstruasinya. 6. Gangguan pada tiroid Masalah yang bisa terjadi pada kelenjar tiroid yaitu seperti hipertiroidisme maupun hipotiroidisme. Beberapa masalah tersebut dapat saja mengganggu siklus menstruasi. Hipertiroidisme itu sendiri dapat membuat penderitanya tidak mengalami menstruasi hingga berbulan-bulan. Haid Lebih dari 35 Hari Normalkah? Menstruasi merupakan kondisi meluruhnya dinding rahim dan mengeluarkan darah, haid biasanya memiliki periode 3-7 hari. Siklus menstruasi yang normal yaitu adalah 28-35 hari. Dalam setahun, menstruasi bisa terjadi 11-13 kali. Setiap wanita bisa punya siklus berbeda-beda untuk menstruasi, baik itu lebih lama maupun lebih pendek. Jadi, menstruasi yang tidak teratur atau tidak normal yaitu jika siklusnya di bawah 21 hari maupun siklus haid lebih dari 35 hari. Tanda menstruasi yang tidak lancar juga adalah lamanya menstruasi bisa berubah-ubah pada setiap bulannya. Jadi volume darahnya tidak selalu sama, terkadang lebih sedikit dan kadang banyak. Hal itu yang menjadi salah satu dasar utama mengapa menstruasi bisa tidak lancar. Biasanya wanita mengalami menstruasi tidak normal tersebut di tahun-tahun pertama awal menstruasi. Hormon tidak seimbang bisa menyebabkan menstruasi Anda tidak lancar. Tapi semisal kondisi ini terjadi bukan pada tahun-tahun pertama, maka bisa digolongkan ke beberapa masalah menstruasi tertentu yang tidak teratur. Baca Juga: Lakukan Cara Sehat Ini Agar Siklus Haid Lancar Cara Mengatasi Haid yang Terlalu Lama Lalu bagaimana cara mengatasi menstruasi dengan siklus lama seperti 35 hari lebih? Bisa dengan meredakan stres. Inilah salah satu hal yang bisa membuat Anda terlambat haid. Hormon yang bekerja di dalam darah dan otak bisa saja terganggu sistem kerjanya karena stres tersebut, termasuk juga yang berfungsi untuk reproduksi yaitu hormon progesteron dan hormon estrogen. Karena stres, maka tubuh bisa memproduksi kortisol secara intens. Peningkatan hormon tersebut dapat menghambat produksi hormon reproduksi dengan fungsi menjaga kualitas siklus haid. Kalau ingin menstruasi lebih cepat datang, kurangi stres sebisa mungkin. Jika merasa stres, maka alihkan perasaan tersebut dengan menikmati hal yang disukai. Coba lakukan olahraga yoga dan meditasi yang bisa meredakan stres. Anda bisa juga mengkonsumsi obat hormonal atau produk-produk aman yang bisa melancarkan haid. Pertimbangkan produk dengan bahan-bahan herbal seperti kayu manis, minyak jarak, dan jahe. Lalu pastikan juga produk yang hendak dikonsumsi terdapat izin BPOM untuk mengatasi siklus haid lebih dari 35 hari. Itu tadi merupakan penjelasan mengenai siklus haid yang lama atau lebih dari 35 hari, mulai jaga pola makan dan gaya hidup yang sehat agar siklus menstruasi lancar.  Gunakan produk pembalut kain Nadnad untuk gaya hidup menstruasi yang lebih sehat, nyaman dan ramah lingkungan. Kunjungi laman Nadnad, untuk tahu menspad yang cocok untukmu! Baca Juga:Lakukan Cara Sehat Ini Agar Siklus Haid Lancar

Cara Menghitung Haid Bulan Depan. Simak Di Sini!

Untuk kasus wanita normal, maka setiap bulan bisa terjadi menstruasi. Tapi siklus menstruasi untuk setiap wanita bisa saja berbeda-beda, penting bagi setiap wanita untuk tahu mereka mengalami haid setiap berapa lama. Cara menghitung haid bulan depan maupun mencari tahu masa subur untuk mereka yang merencanakan kehamilan harus berdasarkan informasi waktu haid tersebut.  Siklus Haid yang Normal Haid normal terjadi dengan perbedaan 22-35 hari, rata-ratanya tiap 28 hari. Siklus menstruasi bisa saja lebih panjang saat baru mengalami haid atau masa pubertas. Tapi siklus menstruasi ini cenderung bisa memendek lalu menjadi teratur dibandingkan sebelumnya seiring dengan usia wanita bertambah. Siklus haid bisa kembali kurang teratur menjelang menopause sebelum akhirnya akan benar-benar tidak terjadi lagi. Terdapat kondisi lainnya yang memungkinkan siklus haid wanita menjadi tidak teratur, terutama yang dapat berpengaruh ke kadar hormon. Bisa dari pemakaian alat kontrasepsi, penyakit sistem reproduksi, dan lain sebagainya.  Di samping itu, rentang normal berlangsungnya haid itu sendiri, yaitu antara 3-7 hari. Saat haid berlangsung, maka darah keluar dari vagina dengan volume 30-70 ml. Biasanya volume perdarahan lebih banyak saat hari pertama menstruasi maupun kedua. Saat haid terjadi, gejala yang dirasakan bisa seperti rasa kram atau nyeri di bagian perut.  Cara Menghitung Haid dari Hari Terakhir Menstruasi Lalu bagaimana cara menghitung haid bulan depan? Pertama cari tahu terlebih dahulu kapan hari pertama Anda mengeluarkan darah haid dalam satu bulan. Tapi perlu diperhatikan kalau flek atau bercak coklat tidak termasuk yang biasanya bercak tersebut ada beberapa hari sebelum haid. Anda bisa coba tandai hari tersebut di kalender. Tandai juga kapan mulai terjadi menstruasi di bulan yang berikutnya. Lalu coba hitung rentang antara hari-hari pertama untuk bulan-bulan berikutnya. Misal bercak muncul di 15 Agustus tapi tidak ada perdarahan hingga sehari penuh. Lalu 16 Agustus baru terjadi perdarahan teratur hingga hari-hari yang berikutnya. 16 Agustus merupakan hari pertama haid dan jangan lupa dicatat di kalender. Tunggu sampai masa menstruasi berakhir lalu Anda perlu tandai tanggal hari terakhir menstruasi tersebut. Di bulan depannya ketika haid lagi, maka tandai hari pertama, misal 13 September. Lalu hitung berapa rentang hari pertama bulan Agustus yaitu tanggal 16 hingga sehari sebelum haid Anda berikutnya yaitu 12 September. Jadi jangan Anda hitung sampai 13 September, karena sudah termasuk siklus yang selanjutnya. Jadi Anda perlu mencatat hari terakhir menstruasi juga untuk mencari tahu menstruasi bulan depan. Sesuai cara tersebut, maka rentang waktu tanggal menstruasi 16 Agustus sampai 12 September yaitu selama 28 hari. Dengan hasil tersebut yang bisa dijadikan siklus menstruasi Anda. Haid yang teratur berarti 28 hari setelah 13 September, yang berarti 11 Oktober. Itulah hari haid untuk bulan depan.  Tapi tetap harus diingat, kalau panjang siklus menstruasi setiap bulan dapat saja bervariasi. Kalau siklus berikutnya masih antara 21-35 hari, maka masih termasuk normal. Baca Juga: Manfaat Rajin Olahraga untuk Menstruasi Lebih Sehat Cara Mencegah Siklus Haid yang Tidak Normal Sekarang Anda sudah tahu cara menghitung haid bulan depan. Lalu bagaimana kalau tidak normal hasilnya, apa yang bisa diupayakan? Beberapa hal di bawah ini bisa Anda upayakan supaya bisa mencegah siklus menstruasi tidak normal.  1. Pastikan berat badan Anda tetap ideal Dari faktor berat badan, bisa saja berpengaruh terhadap siklus haid. Kalau Anda memiliki masalah obesitas, mengupayakan berat badan Anda agar menurun dapat membantu menormalkan siklus haid. Gula darah yang tinggi akan berpengaruh terhadap penyakit-penyakit seputar siklus menstruasi, seperti PCOS. Tapi perlu diperhatikan kalau menurunkan berat badan jangan sampai terlalu berlebihan karena jika berat badan terlalu rendah juga bisa membuat haid Anda tidak teratur.  2. Olahraga yoga Anda bisa mengupayakan olahraga seperti yoga yang bagus untuk masalah haid. Coba sempatkan waktu 30-40 menit untuk melakukan yoga, lakukan selama 5 hari dalam seminggu untuk 6 bulan. Manfaatnya adalah membuat kadar hormon penyebab menstruasi tidak teratur bisa menurun.  Olahraga ini juga bisa mengurangi rasa nyeri menstruasi maupun kondisi emosional karena haid yaitu kecemasan maupun depresi. Stres itu sendiri terkait dengan nyeri saat menstruasi maupun perubahan siklusnya.  3. Konsumsi vitamin Jika kadar vitamin D dalam tubuh Anda rendah, maka menstruasi bisa menjadi tidak teratur. Konsumsi vitamin ini bisa membantu menyehatkan menstruasi termasuk mengatasi ketidakteraturan menstruasi untuk mereka yang memiliki PCOS. Ada berbagai manfaat lainnya dari vitamin D yaitu risiko terkena penyakit-penyakit tertentu bisa ditekan. Depresi juga bisa berkurang dan vitamin D bisa membantu Anda menurunkan berat badan.  Demikian pembahasan kali ini seputar cara menghitung haid bulan depan dan bagaimana caranya mencegah siklus menstruasi yang tidak lancar atau tidak normal. Yuk jaga kesehatan reproduksi kita dengan rutin menjaga gaya hidup sehat, baik aktivitas, pola makan, atau pembalut yang kita gunakan.  Menspad Nadnad pembalut kain, selain ramah lingkungan, juga terbukti dapat menjaga kesehatan organ kewanitaan, karena bahannya yang nyaman dan tanpa bahan kimia. Beli sekarang yuk! Baca Juga: Fase Menstruasi dan Cara Melancarkan Secara Alami

Pakai Pentyliner Setiap Hari Berbahaya! Ini Alternatifnya!

Pentyliner adalah salah satu benda yang melekat di kalangan seluruh perempuan. Umumnya pentyliner digunakan ketika wanita mengalami menstruasi ringan, namun sebagian besar penggunaan pentyliner digunakan untuk mengatasi keputihan pada wanita. Benda tersebut juga digunakan untuk mencegah noda pada pakaian dalam, sehingga sebagian wanita merasa nyaman menggunakan pentyliner setiap harinya.  Lalu memangnya boleh menggunakan pentyliner setiap hari?  Meskipun begitu, penggunaan pentyliner terlalu sering atau setiap hari dapat memiliki risiko dan dampak negatif pada kesehatan area genital. Berikut beberapa bahaya potensial yang dari penggunaan pentyliner setiap harinya:  Iritasi Kulit Penggunaan pentyliner yang terlalu sering dapat menyebabkan iritasi pada kulit di sekitar area genital. Bahan-bahan kimia dalam pentyliner, atau gesekan konstan dengan bahan tersebut, dapat menyebabkan kemerahan, gatal, dan ketidaknyamanan. Infeksi Jamur Pentyliner dapat menciptakan kondisi yang lebih lembab dan hangat di area genital, yang dapat meningkatkan risiko infeksi jamur. Kelembaban berlebih dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur seperti Candida.  Gangguan Sirkulasi Udara Penggunaan pentyliner yang berlebihan dapat menghambat sirkulasi udara di area genital. Lingkungan yang lembab dan tertutup dapat menciptakan kondisi yang lebih ramah bagi pertumbuhan bakteri dan jamur. Resiko Alergi Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap bahan-bahan kimia atau pewarna yang digunakan dalam pentyliner. Ini dapat menyebabkan reaksi alergi seperti gatal-gatal, kemerahan atau bengkak.  Gangguan Kelembaban Alami Pentyliner dapat menyerap kelembaban alami tubuh yang sebenarnya membantu menjaga keseimbangan dan kebersihan area genital. Penggunaan pentyliner setiap hari dapat mengganggu kelembaban alami ini dan merusak lingkungan mikroba sehat. Resiko Toksin Beberapa pentyliner mungkin mengandung bahan-bahan kimia tertentu yang dapat diabsorpsi oleh kulit dan masuk ke dalam aliran darah. Ini dapat meningkatkan risiko paparan toksin yang mungkin memiliki efek kesehatan jangka panjang. Biaya Finansial dan Lingkungan Penggunaan pentyliner setiap hari dapat menjadi beban finansial karena Anda akan memerlukan pasokan yang terus-menerus. Selain itu, produksi dan pembuangan produk-produk ini dapat berkontribusi pada dampak lingkungan. Penggunaan Pentyliner yang Dianjurkan  Untuk mencegah bahaya penggunaan pentyliner, kamu dapat memperhatikan hal-hal di bawah ini: Rutin mengganti pentyliner maksimal 4 jam sekali Pastikan menjaga kondisi vagina tetap kering dan tidak lembab Hindari penggunaan pentyliner sepanjang hari Pilihlah jenis yang tidak mengandung pewangi atau zat kimia berbahaya lainnya Kenakanlah celana dalam berbahan katun untuk mencegah kelembaban di area wanita Lepas pentyliner dan pakaian dalam saat tidur, kenakanlah celana yang longgar agar vagina lebih mudah terkena udara. Saatnya Beralih ke Nadnad Panty Untuk menghindari ruam dan iritasi akibat pentyliner sekali pakai, kamu dapat beralih menggunakan pembalut ramah lingkungan. Salah satu produk ramah lingkungan tanpa kandungan bahan kimia berbahaya adalah Nadnad Menspad. Dengan menggunakan Nadnad Menspad varian panty kamu akan terbebas dari permasalahan dampak buruk penggunaan pentyliner sekali pakai. Nadnad Menspad Panty memiliki panjang 20 cm dengan daya tampung cairan sebanyak 40 ml, cocok digunakan untuk hari akhir pada siklus menstruasi mu dan mengatasi keputihan pada wanita.  Nadnad Menspad sendiri merupakan pembalut kain modern yang digunakan sebagai pengganti pembalut sekali pakai untuk haid, nifas, dan keputihan. Pembalut kain dari Nadnad dapat dicuci ulang dan digunakan dalam jangka waktu lebih 2 tahun. Mengandung bahan alami, tanpa kandungan bahan kimia berbahaya membuat kamu aman dan nyaman menggunakan Nadnad Menspad.  Yuk mulai beralih menggunakan produk ramah lingkungan. Untuk pemesanan kamu bisa langsung klik aja link disini ya. 

Minum Air Es saat Bikin Haid Tidak Lancar, Benarkah?

Minuman dingin atau minum air es menjadi sebuah kegemaran bagi banyak orang, termasuk bagi kaum wanita. Namun, banyak wanita menghindari minum es saat menstruasi karena anggapan akan menyebabkan darah haid membeku, sehingga membuat menstruasi tidak lancar. Apakah informasi tersebut benar? Mari kita cari tahu faktanya bersama! Minum Air Es bikin Haid Tidak Lancar. Mitos atau Fakta? Rumor terkait minum air es saat haid dapat menyebabkan pembekuan darah adalah mitos belaka. Air es yang masuk ke dalam lambung akan disesuaikan kembali dengan suhu tubuh, sehingga tidak berpengaruh terhadap siklus menstruasi. Perlu diingat bahwa, siklus menstruasi pada wanita diatur dan dipengaruhi oleh keseimbangan hormon di dalam tubuh, yaitu hormon estrogen dan progesteron. Haid tidak teratur bisa terjadi akibat terganggunya hormon serta beberapa faktor lain seperti kelelahan, stres berlebih, dan olahraga terlalu intens. Baca Juga: Obat Pereda Nyeri Haid, Boleh Nggak Sih? Bolehkan Minum Air Es Saat Haid? Minum air putih saat sedang haid justru sangat dianjurkan, karena dapat mencegah dehidrasi. Air putih yang dikonsumsi boleh dalam kondisi air biasa, air es, atau pun air hangat. Selain mencegah dehidrasi, minum air putih dapat mengurangi gejala menstruasi seperti, kram perut, perut kembung, sakit punggung, serta permasalahan umum yang sering dialami wanita saat sedang haid. Minuman yang Harus Dihindari saat Haid Terdapat beberapa minuman yang sebaiknya dihindari saat sedang haid. Berikut minuman yang sebaiknya dihindari, seperti : 1. Alkohol Minum alkohol secara berlebihan dapat mempengaruhi jadwal haid atau menstruasi. Dalam beberapa penelitian, minum alkohol saat sedang haid dapat menyebabkan nyeri yang cukup menyakitkan. 2. Kopi Kadar kafein yang cukup tinggi di dalam kopi dapat melemahkan katup sfingter, yaitu otot berbentuk cincin yang mencegah isi lambung berupa makanan, minuman, ataupun asam lambung naik kembali. 3. Teh Zat tanin yang terkandung di dalam teh dapat menghambat proses penyerapan zat besi di dalam tubuh. Selain itu, mengkonsumsi teh secara berlebihan dapat mengganggu produksi sel darah merah. 4. Soda Kurangi minuman berkarbonasi saat sedang haid. Sebab, minuman soda mengandung kafein dan gula yang cukup tinggi. Kandung kafein dan gula yang terdapat pada minuman bersoda dapat memperparah gejala haid yang dirasakan. Itulah penjelasan terkait konsumsi air es saat sedang haid. Sudah tidak perlu adanya perdebatan terkait air es. Namun, tetap perhatikan minuman yang dikonsumsi agar tidak memperburuk gejala saat sedang haid. Jangan lupa untuk selalu memakai pembalut yang nyaman saat haid agar tidak mengganggu aktivitas yang sedang kamu lakukan. Contohnya dengan menggunakan pembalut kain Nadnad, pembalut ramah lingkungan yang sudah terjual puluhan ribu paket. Jangan lupa untuk selalu memakai pembalut yang nyaman saat haid agar tidak mengganggu aktivitas yang sedang kamu lakukan. Contohnya dengan menggunakan pembalut kain Nadnad, pembalut ramah lingkungan yang sudah terjual puluhan ribu paket.  Buktikan kenyamanannya dengan pesan Pembalut Kain Nadnad Menspad sekarang juga!   Referensi :  Fitrah Yani. I. (2023). Minum Es Saat Haid Katanya Berbahaya, Benarkah? Diakses pada Kamis, 30 November 2023. https://hellosehat.com/wanita/menstruasi/minum-es-saat-haid/ Minum Es saat Haid Bikin Darah membeku, Mitos atau Fakta?. 2022. Diakses pada Kamis, 30 November 2023. https://www.klikdokter.com/gaya-hidup/perawatan-wanita/minum-es-saat-haid-bikin-darah-membeku-mitos-atau-fakta Benarkah Tidak Boleh Minum Air Dingin Saat Menstruasi?. 2021. Diakses pada Kamis, 30 November 2023. https://www.alodokter.com/benarkah-tidak-boleh-minum-air-dingin-saat-menstruasi  

Vagina Gatal Saat Haid Akibat Pembalut

Beberapa wanita sering mengalami kondisi di mana mereka merasakan gatal pada area kewanitaan saat haid. Rasa gatal yang timbul ketika haid tentunya menjadi hal yang sangat mengganggu, mereka pun tidak bisa bebas melakukan aktivitas sehari-hari karena merasa tidak nyaman pada area kewanitaan.  Meskipun cukup sering terjadi, gatal pada kewanitaan atau vagina tidak dapat disepelekan. Pasalnya vagina yang gatal bisa menjadi tanda dari penyakit tertentu yang membutuhkan penanganan medis. Gatal pada vagina selama menstruasi bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Beberapa kemungkinan penyebabnya melibatkan perubahan lingkungan dan hormon selama siklus menstruasi.  Jika mengalami gatal yang berkelanjutan atau gejala lain yang tidak biasa selama menstruasi, kamu dapat segera melakukan konsultasi dengan dokter ataupun bidan agar segera mendapat penanganan yang tepat. Baca juga: Nadnad Menspad Night Bikin Tenang dan Nyaman Semalaman Lalu Apa Saja Penyebab Gatal Pada Vagina Saat Menstruasi? Salah satu penyebab gatal vagina sendiri adalah karena penggunaan pembalut. Selain itu kamu dapat menggunakan pembalut yang bebas pewangi dan hypoallergenic atau mencoba menggunakan bahan-bahan alami agar dapat mengurangi rasa gatal saat menstruasi. Beberapa kemungkinan lain penyebab gatal pada area genital selama haid adalah: Reaksi alergi atau iritasi Beberapa wanita mungkin mengalami reaksi alergi terhadap bahan-bahan tertentu yang ada dalam pembalut seperti pewangi, bahan kimia, atau bahan sintetis. Reaksi alergi atau iritasi ini dapat menyebabkan gatal pada daerah genital. Pembalut yang tidak bernapas Penggunaan pembalut yang tidak dapat “bernafas” dengan baik dapat menciptakan lingkungan yang lembab di sekitar area genital. Kelembaban ini membuat pertumbuhan bakteri atau jamur dimana hal ini nantinya menyebabkan rasa gatal dan iritasi. Infeksi jamur Kelembaban yang tinggi dan penggunaan pembalut yang terlalu lama dapat meningkatkan risiko infeksi jamur, seperti candida (kandidiasis). Infeksi jamur dapat menyebabkan gejala seperti gatal, iritasi dan keputihan yang abnormal.  Pembalut Kain Bikin Gatal dan Iritasi? Saat menstruasi, beberapa perempuan lebih nyaman menggunakan pembalut dibandingkan alat lainnya seperti tampon atau menstrual cup. Namun, benarkah menggunakan pembalut kain membuat gatal dan iritasi di area kewanitaan? Daripada penasaran, simak penjelasan  hingga akhir ya! Menggunakan pembalut setiap harinya setiap haid ternyata mempunyai efek samping iritasi di area vagina, jika penggunanya memiliki kulit yang sensitif. Selain itu, ada beberapa faktor yang memicu timbulnya iritasi pada kulit saat menggunakan pembalut, seperti gesekan antara kulit dan pembalut yang kasar, peradangan kulit akibat zat tertentu, hingga kondisi lembab di area vagina. Berikut penjelasan lengkap faktor yang menyebabkan vagina mengalami iritasi saat menggunakan pembalut kain: Alergi Pembalut Beberapa wanita memiliki kondisi kulit yang sensitif dan tidak bisa menerima zat apapun. Seperti yang kita ketahui, pembalut sekali pakai menggunakan bahan pengawet sehingga membuat kulit sensitif menjadi iritasi. Gesekan Vagina dan Pembalut Saat menstruasi gesekan antara vagina dan pembalut memang tidak bisa dihindari dimana gesekan tersebut akan menyebabkan iritasi pada vagina. Area Vagina yang Lembab Vagina merupakan area yang cukup sensitif dimana pada saat haid atau menstruasi area tersebut menjadi lebih lembab dibanding biasanya. Kondisi ini dapat memicu timbulnya gatal dan iritasi pada kulit. Jarang Mengganti Pembalut Pastikan untuk mengganti pembalut tiap 3-4 jam sekali. Jika kamu tidak mengganti pembalut secara teratur resiko gesekan dan kelembaban akan meningkat dimana hal ini dapat memicu rasa gatal dan iritasi kulit. Cara Mengatasi Gatal Saat Haid? Rasa gatal yang timbul saat menstruasi di area kewanitaan atau vagina dapat kamu atasi dengan berbagai cara. Namun meskipun dapat diatasi, kamu tidak boleh menganggap enteng hal tersebut, karena area vagina merupakan aset penting bagi wanita jadi harus dijaga kebersihan dan kesehatannya dengan baik. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa gatal di vagina: Rutin Mengganti Pembalut Pastikan kamu mengganti pembalut secara rutin yaitu setiap 3-4 jam sekali untuk mencegah bakteri berkembang yang mana hal tersebut nantinya akan memicu rasa gatal di vagina. Kompres Air Hangat Mengompres vagina atau area yang gatal dengan air hangat dapat membantu meredakan rasa gatal dan iritasi akibat penggunaan pembalut. Kompres Air Dingin Selain air hangat kamu juga bisa mengompres dengan air dingin karena mengompres air dingin dapat membantu meredakan gatal yang dapat menimbulkan kemerahan dan iritasi. Menjaga Kondisi Vagina Agar Tetap Kering Vagina merupakan daerah yang gampang lembab, terlebih saat menstruasi. Pastikan kamu menjaga kondisi vagina agar tetap kering untuk menghindari gatal dan iritasi pada kulit. Menggunakan pembalut yang mengandung bahan kimia tentu akan menimbulkan gatal dan iritasi, terlebih untuk kulit sensitif. Lalu bagaimana langkah cara mengatasinya?  Tenang girls, sekarang kamu tidak perlu khawatir lagi dengan gatal dan iritasi di area kewanitaan atau vagina saat haid. Kamu bisa mencoba beralih ke produk ramah lingkungan seperti pembalut kain dari Nadnad Indonesia. Baca juga: Nadnad Menspad Day Pembalut Kain Bikin Bebas Sehari-hari! Nadnad Menspad sendiri merupakan pembalut kain modern yang digunakan sebagai pengganti pembalut sekali pakai untuk haid dan nifas. Pembalut kain ini dapat kamu cuci ulang sampai penggunaan 2 tahun, jika disertai dengan perawatan yang baik, jadi lebih ekonomis bukan?  Dan yang terpenting dengan menggunakan Nadnad Menspad saat haid kamu akan bebas terhindar dari gatal dan iritasi di vagina. Tertarik untuk mencoba? Cara pemesanannya langsung ajak klik link disini ya.