Category: Menspad

Apakah Pembalut Harus Dicuci Setelah Dipakai? Ini Penjelasannya

Sampai saat ini masih banyak pertanyaan apakah pembalut harus dicuci terlebih setelah dipakai atau justru boleh langsung dibuang tanpa dicuci.  Agar tidak salah kaprah, yuk simak penjelasan Minnad di bawah ini!  Tak bisa di pungkiri, pembalut merupakan produk penting bagi setiap wanita untuk digunakan saat menstruasi.  Pembalut menjadi perlindungan utama dimana pembalut akan menampung darah yang keluar saat menstruasi agar tidak bocor ataupun rembes di celana. Pembalut telah ada selama puluhan tahun dimana seiring perkembangan zaman sudah banyak inovasi dan berbagai jenis seperti pembalut sekali pakai, pembalut kain, ataupun tampon menstruasi.  Apakah Pembalut Harus Dicuci Setelah Dipakai? Dikutip dari Hello Sehat pembalut sekali pakai pada dasarnya dirancang untuk digunakan sekali dan dibuang. Tidak ada keharusan untuk mencuci pembalut sebelum membuangnya.  Pembalut sekali pakai tidak harus dicuci setelah digunakan karena didalamnya ada bahan disposable yang berfungsi untuk menyerap darah menstruasi, dan dapat langsung dibuang. Meskipun jika kamu ingin mencuci pembalut sebelum dibuang boleh-boleh saja, dan pastikan untuk membuang pembalut dengan cara yang benar.   Namun jika menggunakan pembalut kain yang dapat dicuci ulang, kamu perlu mencucinya setelah digunakan. Pembalut kain terbuat dari bahan yang dapat dicuci dan digunakan kembali. Perlu diingat bahwa menjaga kebersihan selama menstruasi sangat penting untuk mencegah infeksi. Selain itu pastikan kamu rutin mengganti pembalut tiap 3-4 jam sekali atau dapat disesuaikan dengan siklus menstruasi masing-masing. Kewajiban Mencuci Pembalut Menurut Islam  Dilansir dari konsultasi syariah Ustadz Ammi Nur Baits menjelaskan bahwa dalam fatawa Islam tidak dijumpai ulama yang memberikan penjelasan bahwa para wanita dianjurkan untuk membersihkan bekas pembalut yang menampung darah haid ketika hendak dibuang dan tidak lagi digunakan.  Bahkan, yang nampak dari perbuatan para sahabat wanita, mereka tidak mencuci pembalut itu, padahal bisa dipastikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memahaminya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun tidak pernah menganjurkan atau melarang perbuatan tersebut. Dalam hukum Islam, yang wajib untuk dibersihkan adalah darah haid yang menempel pada pakaian atau tubuh ketika hendak melakukan sholat setelah menstruasi selesai. Cara Membuang Pembalut yang Baik dan Benar  Jika menggunakan pembalut sekali pakai pastikan membuang sampah pembalut dengan baik dan benar. Berikut tips dari Minnad mengenai cara membuang pembalut dengan baik dan benar yang dapat untuk kamu ikuti di rumah:  Lipat pembalut dengan benar Setelah menggunakan pembalut, lipatlah dengan rapi sebelum membuangnya, lalu bungkus dengan tisu toilet atau kertas pembungkus pembalut yang tersedia.  Cara ini dilakukan untuk menjaga kebersihan juga untuk menghindari penyebaran kuman, dan meminimalisir bau tak sedap. Pastikan selalu membungkus pembalut setelah digunakan Selain melipat pembalut pastikan kamu membungkus pembalut sebelum dibuang ke tempat sampah. Cara ini dilakukan untuk memudahkan petugas kebersihan membuang sampah sesuai dengan jenisnya.  Buang pembalut dengan benar  Setelah pembalut selesai dibungkus kamu dapat membuangnya ke tempat sampah. Jika memungkinkan pastikan tempat sampah yang digunakan memiliki penutup.  Jangan membuang pembalut ke dalam toilet  Pastikan kamu membuang pembalut di tempat sampah dan jangan membuang sampah ke dalam toilet ya girls, karena dapat menyumbat saluran air.  Bikin Nyaman Hari Merahmu Bareng Nadnad Menspad Setiap menstruasi datang banyak wanita yang merasa kurang nyaman karena takut bocor atau iritasi di area miss v, dimana hal ini disebabkan oleh penggunaan pembalut yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti klorin. Pembalut yang mengandung bahan kimia akan membuat kulit menjadi gatal dan iritasi, terlebih jika kamu mempunyai jenis kulit yang sensitif. Lalu bagaimana langkah mengatasinya? Nadnad Menspad menjadi solusi untuk masalah hari merahmu. Nadnad Menspad merupakan pembalut kain cuci ulang, 100% alami tanpa kandungan bahan kimia, jadi lebih aman dan sehat digunakan setiap hari saat menstruasi. Nadnad Menspad memiliki banyak varian ukuran yang bisa kamu sesuaikan dengan siklus menstruasi masing-masing. Selain itu dengan menggunakan Nadnad Menspad kamu juga membantu untuk mengurangi penumpukan limbah sampah plastik. Bagaimana, tertarik untuk mencoba? Yuk gilrs, beralih hidup sehat bareng Nadnad Menspad, dijamin bikin nyaman hari merahmu.  

Read More »

7 Manfaat Daun Sirih untuk Kesehatan Wanita

Daun sirih merupakan salah satu jenis tumbuhan yang memiliki berbagai khasiat bagi kesehatan. Daun ini telah digunakan sejak dahulu kala karena telah memberikan banyak kebermanfaatan bagi penggunanya. Selain bermanfaat untuk bahan dalam upacara tradisional, daun sirih juga sering digunakan untuk pengobatan-pengobatan herbal. Bagi wanita, daun sirih memiliki sejumlah khasiat yang sangat membantu. Berikut beberapa khasiat daun sirih bagi wanita. Khasiat Daun Sirih Bagi Wanita 1. Mengatasi Keputihan Keputihan merupakan masalah umum yang sering dialami oleh wanita. Dengan penggunaan daun sirih dapat membantu mengatasi keputihan, sebab daun sirih memiliki sifat antibakteri dan antijamur. Selain itu, penggunaan daun sirih dapat menjaga keseimbangan flora vagina dan mengurangi rasa gatal. Caranya dengan basuh area vagina dengan air rebusan daun sirih untuk mengatasi keputihan. Untuk mendapatkan manfaat daun sirih, bisa menggunakan daun sirih hijau atau daun sirih merah untuk membasuh area vagina. 2. Mengatasi Gatal pada Area Organ Intim Gatal pada area intim bisa sangat mengganggu, terlebih lagi jika memiliki aktivitas luar yang padat. Gatal pada area ini juga bisa menjadi gejala infeksi bakteri dan jamur. Untuk membantu mengatasi rasa gatal yang berlebih, bisa menggunakan air rebusan daun sirih untuk membasuh area kewanitaan. 3. Meredakan Nyeri Haid bagi beberapa wanita, nyeri haid yang sering dialami adalah pengalaman yang kurang menyenangkan. Oleh sebab itu, penggunaan daun sirih dapat membantu meredakan nyeri karena memiliki sifat analgesik dan anti inflamasi sehingga bisa meningkatkan kenyamanan selama menstruasi. 4. Menjaga Kesehatan Mulut dan Gigi Berkumur dengan air rebusan daun sirih dapat membantu mengurangi resiko seperti masalah gigi berlubang, radang gusi, hingga bau mulut. Hal ini bisa terjadi karena daun sirih memiliki kandungan antiseptik yang efektif menjaga kesehatan gigi dan mulut. 5. Merawat Kecantikan Kulit Gunakan masker atau toner yang terbuat dari ekstrak daun sirih untuk membantu membersihkan kulit, mengurangi jerawat, dan meningkatkan kilau kulit secara alami. Daun sirih memiliki senyawa antioksidan yang dapat membantu melawan kerusakan kulit akibat radikal bebas. 6. Mengatasi Bau Tidak Sedap pada Area Kewanitaan Pada dasarnya,vagina memiliki aroma yang khas, berbau sedikit asam seperti cuka, dan itu adalah hal yang wajar. Namun, jika area kewanitaan beraroma amis dan menyengat seperti ikan, mungkin akan memerlukan penanganan khusus. Daun sirih memiliki sifat antibakteri yang dapat membunuh bakteri penyebab vagina bau. Cukup basuh area vagina dengan menggunakan air rebusan daun sirih. 7. Mencegah Jerawat Daun sirih memiliki kandungan antijamur dan anti bakteri yang dapat membantu mencegah timbulnya jerawat. Skincare dengan kandungan daun sirih bisa digunakan untuk mengatasi jerawat yang disebabkan oleh bakteri. Untuk mendapatkan khasiat yang maksimal, pilih skincare dengan kandungan daun sirih minimal 15%. Daun sirih telah menunjukkan berbagai macam khasiat dan menjadi salah satu tanaman obat yang berharga, terutama bagi kesehatan wanita. Gunakan daun sirih secara bijak untuk mendapatkan khasiat yang semestinya. Namun, ada baiknya untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu ke ahli herbal atau dokter untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kebutuhan.  Baca Juga : Mitos dan Fakta Menstruasi yang Wajib Kamu Ketahui!   Referensi 7 Manfaat Daun Sirih Bagi Wanita. 2023. Alodokter. Diakses pada Jumat, 10 Mei 2024. 8 Manfaat Daun Sirih yang Baik untuk Kesehatan Wanita, Cek di Sini! 2020. Kino Corporation. Diakses pada Jumat, 10 Mei 2024.  

Read More »

Ketahui Penyebab Menstruasi Banyak Setelah Melahirkan

Setelah melahirkan wanita akan kembali mengalami siklus menstruasi. Tapi tahukah kamu penyebab menstruasi menjadi banyak setelah melahirkan?  Pasca melahirkan seorang wanita mengeluarkan darah dalam jumlah yang banyak, dimana darah tersebut merupakan lokia atau darah nifas.  Lalu apakah menstruasi banyak setelah melahirkan ini adalah darah nifas? Yuk, kita coba simak dan temukan penyebab menstruasi banyak setelah melahirkan.  Seperti yang sudah dijelaskan di kalimat awal, setelah melahirkan wanita mengalami masa nifas dimana hal ini berbeda dengan menstruasi.  Darah lokia atau darah nifas adalah darah yang keluar pasca wanita melahirkan. Proses ini berlangsung selama enam minggu atau kurang lebih 40-42 hari setelah ibu melahirkan.  Darah nifas dengan darah menstruasi berbeda ya girls. Setelah masa nifas umumnya wanita akan kembali mengalami proses menstruasi sekitar 6 sampai 8 minggu pasca melahirkan, bertepatan dengan masa subur setelah melahirkan.  Rentang waktu kembalinya menstruasi pada setiap wanita berbeda-beda dimana hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kondisi fisik sang ibu, perubahan hormon pasca melahirkan, dan juga proses pemberian asi kepada si kecil. Selain itu ada beberapa kasus wanita mengalami proses menstruasi setelah 1 sampai 2 tahun pasca melahirkan.  Bagi wanita yang memberikan ASI eksklusif, menstruasi pertama datang lebih lambat bisa sampai 8 minggu pasca persalinan. Sedangkan bagi wanita yang tidak menyusui secara eksklusif menstruasi akan datang lebih cepat.  Hal ini terjadi karena kadar hormon yang ada dalam tubuh sang ibu. Hormon prolaktin yang dibutuhkan untuk memproduksi ASI meningkat, dimana hal ini akan menekan produksi hormon reproduksi. Apa Penyebab Menstruasi Banyak Setelah Melahirkan? Pasca melahirkan seorang Ibu akan mengeluarkan darah dari organ reproduksinya dalam jumlah yang banyak, dimana hal ini merupakan suatu hal yang normal.  Jumlah volume darah yang keluar pun bervariatif dimana darah yang keluar pasca melahirkan bukan menstruasi melainkan darah nifas.  Darah nifas terjadi karena pelepasan ari-ari atau plasenta dari dinding rahim yang kaya akan pembuluh darah.Ketika bayi lahir plasenta akan terlepas dari rahim, dimana hal ini memicu pembuluh darah menjadi robek sehingga darah mulai membanjiri rahim. Setelah plasenta keluar, rahim akan mengalami kontraksi dan pembuluh darah yang robek akan tertutup sehingga volume pendarahan berkurang.  Volume dan warna darah nifas akan berbeda setiap minggunya dimana darah lokia ini akan keluar selama 4-6 minggu pasca melahirkan.  Dikutip dari artikel Alodokter ada perubahan darah nifas atau lokia yang terjadi dari hari ke hari yaitu: Hari ke-1 Pada hari pertama darah nifas berwarna merah terang atau merah kecoklatan dimana hal ini terjadi karena volume darah lebih banyak daripada jaringan dari dinding rahim.  Hari ke-2 hingga ke-6 Tekstur darah nifas akan lebih berair dan berwarna coklat tua atau merah muda Hari ke-7 hingga ke-10 Pada hari ke-7 terdapat banyak sel darah putih dan serpihan jaringan dari rahim yang membuat warna darah nifas cenderung coklat atau merah muda, tetapi ada beberapa wanita mengalami darah nifas berwarna putih kekuningan.  Hari ke-11 hingga ke-14 Pada hari ke-11 warna darah nifas putih kekuningan. Namun jika ibu pasca melahirkan aktif bergerak, warna cairan darah akan kemerahan kembali. Minggu ke-3 hingga ke-4 Jika pada masa ini darah nifas masih keluar, darah akan berwarna lebih pucat atau putih kekuningan.  Minggu ke-6  Jumlah darah nifas yang keluar sangat sedikit dan berwarna putih kekuningan.  Jika melakukan operasi caesar jumlah arah nifas yang keluar akan lebih sedikit, namun durasi berlangsung selama beberapa minggu dan warna darah akan berubah dari merah, coklat hingga putih kekuningan. Setelah masa nifas selesai, menstruasi akan kembali dengan siklus yang normal. Namun perlu diwaspadai, siklus menstruasi dapat tidak normal yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti peningkatan hormon prolaktin untuk memproduksi air susu dapat menghambat proses ovulasi.  Solusi Tepat Untuk Nifas dan Menstruasi Saat sedang masa nifas ataupun menstruasi kamu dapat menggunakan pembalut untuk menampung darah atau cairan yang keluar. Namun jangan sampai salah pembalut menstruasi ya girls!  Jika kamu sedang mengalami masa nifas ataupun menstruasi solusi tepat dan aman adalah menggunakan pembalut sehat dari Nadnad Menspad.  Nadnad Menspad merupakan pembalut kain cuci ulang yang dapat digunakan berulang kali dalam jangka waktu 2-3 tahun jika disertai dengan perawatan yang baik.  Nadnad Menspad terbuat dari bahan alami tanpa kandungan kimia sehingga lebih aman dan sehat digunakan setiap hari saat menstruasi.  Bagaimana, tertarik untuk mencoba? Nadnad Menspad juga memiliki berbagai ukuran yang dapat kamu sesuaikan dengan siklus menstruasi.  Jadi tunggu apalagi? Yuk mulai beralih hidup sehat bareng NADNAD MENSPAD!  

Read More »

Premenstrual syndrome (PMS): Pengertian, Gejala, dan Cara Pencegahan

Apakah kamu sering mengalami perut nyeri sebelum menstruasi terjadi? Jika ya, permasalahan tersebut biasa disebut dengan PMS atau Premenstrual Syndrome. Kondisi ini umum dialami oleh banyak wanita dalam jangka waktu beberapa hari sebelum terjadinya menstruasi.  Gejala PMS setiap wanita bisa berbeda-beda, tetapi gejala umum yang biasa terjadi seperti kram perut, sakit kepala, kelelahan, perubahan nafsu makan, dan perubahan suasana hati. Apa itu Premenstrual Syndrome? PMS atau Premenstrual Syndrome merupakan kumpulan gejala baik fisik maupun emosional yang muncul secara berkala pada wanita, biasanya terjadi sebelum menstruasi. PMS diduga dapat terjadi karena perubahan hormon dalam siklus menstruasi. Penyebab Premenstrual Syndrome Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya premenstrual syndrome. Namun, terdapat beberapa faktor yang diduga dapat menjadi pemicu munculnya PMS, seperti : 1. Perubahan Hormon Perubahan hormon seperti estrogen dan progesteron dapat menjadi pemicu terjadinya PMS. Keluhan yang terjadi akibat kedua hormon tersebut biasanya akan hilang pada saat seseorang sedang hamil atau menopause. 2. Perubahan Zat Kimia di Otak Perubahan serotonin dapat menyebabkan PMS. Serotonin adalah zat di otak yang mengatur suasana hati. Jika jumlah serotonin di dalam otak kurang, maka dapat menyebabkan perubahan emosi, seperti timbulnya rasa gelisah yang berlebihan. Gejala PMS Gejala PMS biasanya terjadi beberapa hari hingga 2 minggu sebelum menstruasi, dan bisa terjadi beberapa hari saat menstruasi sedang berlangsung. Berikut beberapa gejala PMS. Perubahan suasana hati Perubahan nafsu makan Kelelahan Kram perut atau nyeri panggul Sakit kepala Sensasi kembung atau rasa berat pada payudara Mengalami gangguan tidur Diare hingga sembelit Cara Pencegahan PMS Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi hingga mencegah terjadinya premenstrual syndrome. 1. Makan Sehat Konsumsi makanan yang kaya akan serat, vitamin, dan mineral. Makanan tersebut dapat membantu mengurangi terjadinya gejala PMS. 2. Olahraga Teratur Dengan melakukan olahraga secara rutin, dapat membantu mengatur hormon dan mengurangi stres. 3. Manajemen Stres Gunakan teknik relaksasi seperti yoga, meditasi atau pun latihan pernapasan yang dapat membantu mengurangi stres dan gejala PMS. 4. Tidur Cukup Pastikan untuk mendapat jam tidur yang cukup setiap malam untuk membantu mengelola gejala PMS. 5. Batasi Kafein, Gula dan Garam Mengurangi konsumsi kafein, gula, dan garam dapat membantu mengurangi gejala PMS. Menjaga gaya hidup sehat dan mengidentifikasi faktor pemicu PMS dapat membantu mengurangi gejala PMS yang terjadi, serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Jika gejala PMS yang terjadi sangat mengganggu, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang terbaik, serta kemungkinan untuk konsumsi obat-obatan atau suplemen yang dapat membantu mengurangi gejala PMS. Jangan lupa untuk selalu menggunakan pembalut yang nyaman untuk menunjang masa menstruasimu. Kamu bisa mememulai menggunakan pembalut kain dari Nadnad yang pastinya aman, nyaman, dan sehat. Tunggu apalagi? Konsultasi sekarang juga!

Read More »

Pembalut Organik vs Pembalut Kain, Mana yang Lebih Bagus?

Pembalut menjadi barang yang selalu dicari oleh para wanita saat sedang mengalami siklus menstruasi. Saat ini dipasaran terdapat banyak jenis pembalut yang dijual seperti pembalut organik dan pembalut kain.  Masing-masing jenis pembalut memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbagkan sebelum memustuskan produk mana yang sesuai dengan kebutuhan. Pembalut organik vs pembalut kain, mana yang lebih bagus? Artikel ini akan membahas perbedaan antara pembalut organik dan pembalut kain dan kelebihan masing-masing.  Jika kamu penasaran, baca penjelasan Minnad hingga selesai ya! Kelebihan dan Kekurangan Pembalut Organik Bahan Pembalut organik terbuat dari bahan-bahan alami yang bersifat biodegradable seperti kapas organik yang bebas dari kandungan pestisida dan bahan kimia berbahaya.  Pembalut organik  umumnya menggunakan bahan ramah lingkungan seperti bioplastik yang dapat terurai secara hayati untuk lapisan tahan airnya.  Dampak Lingkungan Meskipun pembalut merupakan produk sekali pakai dimana hal ini beresiko menambah jumlah sampah di lingkunganmu.  Namun pembalut organik memiliki perbedaan dengan pembalut sekali pakai anorganik.  Pembalut organik dinilai mudah untuk terurai secara alami sehingga dapat mengurangi beban sampah plastik di tempat pembuangan akhir.  Kesehatan  Karena terbuat dari bahan alami pembalut organik bebas dari kandungan bahan kimia yang bisa memicu gatal, ruam,dan iritasi kulit di area miss v.  Pembalut organik tidak menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang terkait dengan paparan bahan kimia berbahaya. Kenyamanan Pembalut terbuat dari kapas organik dimana memiliki lapisan yang lembut dan daya serap yang baik.  Namun pembalut organik masuk dalam produk sekali pakai, pengguna pembalut organik harus lebih sering menggantinya dibandingkan dengan pembalut kain atau dapat disesuaikan dengan siklus menstruasi masing-masing.  Harga Pembalut organik memiliki harga cukup mahal dibandingkan dengan pembalut kain karena pembalut ini masuk ke produk sekali pakai jadi hanya bisa digunakan sekali.  Kelebihan dan Kekurangan Pembalut Kain Bahan Pembalut kain terbuat bahan tekstil seperti katun atau bambu tanpa kandungan bahan kimia, jadi lebih alami dan aman digunakan setiap hari saat menstruasi.  Bahan-bahan yang digunakan dalam pembalut kain memberikan kenyamanan lebih pada penggunanya karena memiliki lapisan yang lembut. Pembalut kain sendiri memiliki berbagai ukuran dan ketebalan dimana hal ini dapat kamu sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing selama periode menstruasi. Dampak Lingkungan Salah satu perbedaan besar pembalut kain dengan pembalut organik adalah dampak lingkungannya. Pembalut kain lebih ramah lingkungan karena dapat dicuci dan digunakan kembali selama bertahun-tahun.  Meskipun pembalut kain memerlukan air dan energi untuk mencuci, dampaknya lebih kecil dibandingkan dengan produksi dan pembuangan pembalut sekali pakai.  Kesehatan Pembalut kain terbuat dari bahan alami seperti katun dimana tidak ada kandungan bahan kimia yang sering ditemukan dalam pembalut konvensional seperti pewangi sintetis, pemutih, atau plastik.  Hal ini membuat pembalut kain menjadi pilihan yang baik untuk kamu yang memiliki kulit sensitif atau alergi terhadap bahan kimia tertentu  Kenyamanan Kenyamanan adalah faktor penting dalam memilih pembalut. Pembalut kain dapat memberikan kenyamanan oleh penggunanya karena bahannya lembut.  Kamu dapat memilih ukuran dan ketebalan pembalut sesuai dengan aliran menstruasi.  Harga Harga pembalut kain lebih terjangkau jika dibandingkan dengan pembalut organik karena pembalut kain sendiri bisa digunakan berulang kali dalam jangka waktu yang lama.  Pilih Pembalut Organik atau Pembalut Kain? Ini Rekomendasinya Memilih antara pembalut kain dan pembalut organik tergantung pada preferensi pribadi dan kebutuhan masing-masing individu. Pembalut organik merupakan alternatif yang lebih sehat dan ramah lingkungan dibandingkan pembalut konvensional, memberikan kenyamanan dan keamanan dari bahan kimia berbahaya. Sedangkan pembalut kain menawarkan solusi yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis dalam jangka waktu panjang, serta kenyamanan yang tinggi bagi wanita yang memiliki kulit sensitif. Solusi Tepat Untuk Hari Merahmu Jika kamu sering mengalami gatal dan iritasi kulit saat menstruasi kamu dapat mencoba beralih ke Nadnad Menspad.  Nadnad Menspad merupakan pembalut kain cuci ulang yang terbuat dari bahan alami sehingga lebih aman dan nyaman digunakan saat menstruasi. Karena 100% terbuat dari bahan alami, Nadnad Menspad memiliki lapisan yang lembut sehingga tidak membuat kulit menjadi iritasi.  Dengan menggunakan Nadnad Menspad kamu dapat beralih hidup sehat untuk miss v, dan sehat untuk lingkungan karena mengurangi jumlah sampah plastik. Jadi tunggu apalagi? Yuk bikin nyaman hari merahmu bareng Nadnad Menspad!

Read More »

Apa Itu PMDD? Ini Bedanya Dengan PMS

Girls kalian pasti sudah tidak asin dengan istilah PMS, tapi tahukah kamu dengan PMDD? PMDD ini merupakan versi kompleks dari Premenstrual Syndrom.  Premenstrual dysphoric disorder atau PMDD merupakan suatu kondisi dimana wanita mengalami gejala fisik dan emosional yang parah sebelum menstruasi.  Lalu apakah PMDD dan PMS ini berbeda? Dan bagaimana cara mengetahui gejala PMDD? Yuk cari tahu lebih lanjut, temukan  penjelasan selengkapnya dalam artikel ini ya! Apa Itu Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD)? Premenstrual dysphoric disorder atau PMDD merupakan gangguan emosi dan fisik yang dialami oleh wanita sebelum masa menstruasi datang. Gangguan dari PMDD ini lebih parah dibandingkan dengan premenstrual syndrom (PMS).  Gejala PMDD memiliki kesamaan dengan PMS seperti kram perut, payudara bengkak, dan mudah lelah, hanya saja PMDD memiliki gejala yang lebih parah.  Berdasarkan penelitian terdapat 3-5 persen wanita yang mengalami premenstrual dysphoric disorder sebelum memasuki masa menstruasi. PMDD bisa terjadi pada 7-10 hari sebelum masa menstruasi datang. Kondisi tersebut juga bisa datang lebih awal atau mendekati menstruasi, dan akan mereda 2-3 hari setelah haid dimulai. Penyebab Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD)? Penyebab premenstrual dysphoric disorder belum diketahui secara pasti. Gangguan PMDD diduga terjadi akibat menurunnya kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh.  Selain itu, perubahan kadar zat yang mengatur suasana hati (serotonin) dapat memicu terjadinya PMDD.  Beberapa faktor di bawah ini juga dianggap berperan untuk memicu PMDD, antara lain: Gangguan tiroid Kurang olahraga Kelebihan berat badan/obesitas Konsumsi alkohol Sering mengalami kecemasan Depresi berat Penggunaan obat-obat terlarang Memiliki Ibu/keturunan dengan riwayat serupa Gejala Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD)? Dilansir dari artikel Alodokter gejala premenstrual dysphoric disorder (PMDD) umumnya terjadi sangat parah yang mengakibatkan aktivitas sehari-hari penderita terganggu. Gejala tersebut meliputi: Perubahan suasana hati (mood) yang cepat seperti menangis atau sedih secara tiba-tiba Mudah tersinggung dan marah Merasa putus asa dan tertekan Cemas dan tegang berlebihan Kehilangan minat untuk melakukan aktivitas sehari-hari Sulit berkonsentrasi Nafsu makan naik secara drastis Berat badan bertambah Mudah lelah Insomnia Sering mengalami kram perut Mengalami nyeri dan bengkak pada payudara Nyeri sendi dan otot Perut terasa kembung Perbedaan PMDD dan PMS PMDD dan PMS memiliki kesamaan gejala namun pada dasarnya keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Perbedaan pertama PMDD memiliki gejala fisik dan emosional yang lebih parah dibandingkan PMS.  PMDD lebih banyak mengalami gejala emosional dibanding fisik, dimana penderitan PMDD akan merasakan perubahan suasana hati ekstrem yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.  Kapan Harus ke Dokter? Kamu dapat segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami salah satu gejala yang tercantum di atas, terutama jika mengganggu aktivitas sehari-hari dan gejala yang timbul semakin memburuk. Jika mengalami gejala seperti berikut, kamu dapat segera memeriksakan diri ke dokter, gejala tersebut antara lain: Serangan panik Kemarahan tak terkendali Depresi berat Adanya keinginan rasa untuk bisa menyakiti diri sendiri maupun orang lain Keinginan untuk bunuh diri Premenstrual dysphoric disorder (PMDD) adalah sebuah gejala yang menyebabkan perubahan fisik dan emosional yang mirip dengan PMS, hanya saja efeknya dari PMDD lebih parah dan menyakitkan.  Jika memiliki gejala yang ditunjukkan di atas sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, kamu dapat segera ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Bagaimana girls, apakah kalian sudah bisa mengerti dengan penjelasan Minnad di atas mengenai perbedaan antara PMDD dan PMS? Semoga informasi di atas dapat membantu dan bermanfaat untuk kalian semua ya! Perlu kalian ingat sebagai perempuan kita harus menjaga kesehatan saat menstruasi baik dari luar dan dalam, termasuk melalui penggunaan pembalut tanpa bahan kimia.   Pastikan kamu memilih pembalut sehat yang aman dan nyaman digunakan saat menstruasi seperti pembalut kain dari Nadnad Indonesia.  Nadnad Menspad merupakan pembalut kain cuci ulang yang terbuat dari bahan alami tanpa kandungan kimia sehingga tidak akan membuat gatal atau iritasi kulit. Pembalut kain Nadnad dibuat dari bahan berkualitas terbaik dan menggunakan desain serta ukuran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan menstruasi.  Jadi tunggu apalagi? Yuk dapatkan Nadnad Menspad sekarang juga. Dijamin, bikin nyaman hari merahmu!

Read More »

Penyebab Wajah Breakout Saat Haid dan Cara Mengatasinya

Selain kram perut dan pegal-pegal, saat haid ada beberapa wanita yang mengalami wajah breakout atau timbul jerawat. Kondisi ini tentunya sangat mengganggu dan bikin nggak pede saat keluar.  Lalu apa penyebab wajah breakout saat menstruasi? Bagaimana cara mengatasinya? Jika kamu penasaran, simak penjelasan Minnad hingga akhir ya. Kenapa Wajah Breakout Saat Haid? Siklus haid atau menstruasi pada setiap orang berbeda-beda, namun normalnya wanita memiliki siklus antara 21-35 hari.  Sebelum masa menstruasi, tepatnya dua minggu sebelum haid kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh sedang mempersiapkan rahim untuk proses ovulasi. Perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron merangsang produksi sebum atau substansi minyak yang berfungsi sebagai pelumas kulit alami.  Pori-pori kulit tersumbat yang bercampur dengan sebum, sel kulit mati, dan bakteri mengakibatkan munculnya jerawat saat menstruasi.  Jika kamu memiliki kulit sensitif resiko kemunculan jerawat lebih tinggi terjadi saat menstruasi. Tingginya kadar testosteron saat haid mampu mengaktifkan kelenjar minyak sehingga produksi sebum semakin banyak. Risiko kemunculan jerawat diperparah dengan kondisi kulit yang lebih sensitif saat haid. Termasuk tingginya kadar testosteron saat haid yang mampu mengaktifkan kelenjar minyak, sehingga produksi sebum semakin banyak. Selain pengaruh perubahan hormon, kemunculan jerawat saat menstruasi juga bisa dipicu oleh beberapa hal di bawah ini: Penggunaan produk perawatan yang tidak sesuai dengan jenis kulit atau komedogenik Stres yang tidak terkelola dengan baik dan kurang tidur Jarang membersihkan wajah ketika tidur, hal ini membuat kotoran menumpuk dan memicu pertumbuhan jerawat Efek samping penggunaan obat-obat tertentu, misalnya terapi hormonal, kortikosteroid, hingga obat anti kejang Konsumsi jenis makanan tertentu seperti makanan yang terlalu berminyak, tinggi gula, dan junk food.  Cara Mengatasi Wajah Breakout Saat Haid Wajah breakout saat menstruasi tentu menimbulkan ketidaknyamanan dan menurunkan rasa percaya diri. Lalu bagaimana cara mengatasi jerawat? Dilansir dari artikel Alodokter, kamu dapat melakukan beberapa tips mengatasi breakout saat menstruasi, di bawah ini ya:  Kompres dengan air hangat Jika jerawat yang muncul terasa nyeri kamu dapat mengompresnya dengan air hangat di area kulit yang berjerawat selama 10-15 menit ya girls. Lakukan berulang kali setiap 3-4 jam sekali secara rutin.  Ingat ya, jangan pernah pencet jerawat kalian karena bisa membuat luka. Selain jika memegang jerawat dengan tangan yang tidak bersih akan menjadi sarang kuman dan memicu breakout lebih parah lagi. Untuk membantu nanah keluar dari jerawat, kamu dapat mengompres wajah dengan air dingin selama 5-10 menit. Cara ini juga berguna untuk meredakan pembengkakan pada jerawat.  Gunakan obat jerawat Selain itu kamu dapat menghilangkan breakout di wajah dengan menggunakan obat jerawat yang memiliki kandungan benzoil peroksida, asam glikolat, asam laktat, dan asam salisilat. Kandungan-kandungan tersebut juga dapat mencegah jerawat datang kembali,serta merangsang pertumbuhan sel kulit baru sehingga bikin kulit jadi halus dan bersih. Perbaiki pola makan Seperti yang sudah Minnad jelaskan di atas, pertumbuhan jerawat salah satunya dipicu oleh makanan dan minuman manis ataupun berminyak serta tinggi karbohidrat Saat menstruasi lebih baik kamu menghindari atau mengurangi mengkonsumsi makanan tersebut agar wajah tidak kembali breakout.  Sebagai gantinya, kamu dapat memperbanyak mengkonsumsi makanan tinggi serat seperti buah, sayur, dan oatmeal. Makanan tinggi serat dapat membantu mengontrol gula darah sehingga kulit dapat terhindar dari jerawat. Batasi riasan wajah Jika kamu sedang mengalami breakout, lebih baik untuk hindari riasan yang terlalu banyak, karena make up sendiri dapat memperburuk jerawat, terlebih pada kulit yang sensitif. Rutin membersihkan wajah Pastikan kamu rutin membersihkan wajah minimal dua kali sehari dengan sabun yang cocok untuk jenis kulitmu ya girls.  Hal ini untuk mencegah penumpukan kotoran atau minyak yang dapat memicu pertumbuhan jerawat di wajah.  Wajah breakout saat menstruasi tentu membuat kamu jengkel dan merasa tidak nyaman. Tapi tenang girls, gejala ini akan menurun saat siklus menstruasi sudah selesai.  Namun jika kondisi wajah breakout semakin memburuk seiring waktu, kamu dapat melakukan konsultasi dengan dokter agar mendapat penanganan lebih lanjut.  

Read More »

Rekomendasi Pembalut untuk Remaja Aktif

Bagi wanita yang telah mengalami masa menstruasi, memilih pembalut yang tepat menjadi hal yang penting demi menjaga kesehatan dan kenyamanan. Terutama bagi remaja yang masih awam dalam pemilihan pembalut yang sesuai.  Saat ini banyak sekali merek pembalut bermunculan yang memiliki beragam keunggulan. Oleh sebab itu, Minnad akan memberikan rekomendasi pembalut yang sesuai untuk remaja guna meningkatkan kepercayaan diri serta kenyamanan saat sedang memakai pembalut. Tips Memilih Pembalut yang Cocok untuk Remaja Berikut beberapa tips yang bisa diikuti untuk mendapatkan pembalut yang sesuai dengan kebutuhan Anda. 1. Pilih Ukuran yang Tepat Usia remaja biasanya memiliki aliran menstruasi pada tingkat ringan hingga sedang. Untuk memilih pembalut yang sesuai, pastikan sudah mengetahui frekuensi darah saat menstruasi agar bisa mendapatkan pembalut yang pas dan nyaman. 2. Jenis Pembalut Terdapat berbagai jenis pembalut saat ini, seperti pembalut biasa, pembalut kain, pembalut dengan bentuk celana dalam, hingga bentuk lainnya. Pilih pembalut yang paling sesuai dengan preferensi masing-masing sehingga bisa menunjang kebutuhan yang sedang mengalami menstruasi. 3. Tingkat Kebocoran Gunakan pembalut dengan daya serap yang cukup untuk mengatasi aliran menstruasi bagi remaja. Pilih pembalut dengan perlindungan anti bocor yang baik, terutama saat sedang aktif beraktifitas. 4. Bahan yang Halus dan Breathable Beberapa pembalut kain memiliki permukaan yang halus serta bahan yang breathable untuk menjaga kenyamanan dan mencegah iritasi kulit. Bahan-bahan ini sangat cocok bagi perempuan yang memiliki kulit sensitif. 5. Perhatikan Alergi dan Sensitivitas Penggunaan pembalut dapat menimbulkan gejala alergi bagi beberapa pemakainya, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif. Pertimbangkan bahan-bahan tertentu saat ingin membeli pembalut. Setiap remaja memiliki preferensi dan kebutuhan yang berbeda-beda, Sehingga bisa saja rekomendasi dari seseorang tidak cocok bagi orang lain. Pembalut untuk Remaja Aktif dari Nadnad Sebagai seorang remaja yang memiliki berbagai macam aktivitas, memilih pembalut yang nyaman tentu menjadi sebuah keharusan. Lantas, pembalut jenis apa yang cocok digunakan untuk remaja aktif? Tenang saja, saat ini sudah ada produk pembalut yang memberikan kenyamanan ekstra bagi penggunanya, yaitu Pembalut Kain Nadnad. Pembalut yang terbuat dari bahan microfleece yang aman dan lembut memberikan sensasi kenyamanan ekstra bagi penggunanya. Pembalut kain Nadnad memiliki fungsi yang sama dengan pembalut pada umumnya, namun bisa dicuci dan digunakan kembali. Dengan perawatan yang sesuai, pembalut ini bisa bertahan dua tahun bahkan lebih. Selain itu, dengan menggunakan pembalut kain pengguna turut membantu menjaga alam dari penumpukan sampah yang disebabkan oleh pembalut sekali pakai. Baca Juga : Menspad Nadnad, Pembalut Kain Terbaik Bikin Nyaman Hari Merahmu! Keunggulan Memakai Pembalut Kain Nadnad untuk Remaja Keunggulan penggunaan Pembalut Kain Nadnad adalah sebagai berikut: 1. Hemat  Menggunakan pembalut kain Nadnad akan membantu Anda menghemat pengeluaran karena dapat digunakan berulang kali, mengurangi ketergantungan pada pembelian pembalut sekali pakai. 2. Lebih Sehat dan Bebas Ruam Dibuat dengan bahan-bahan berkualitas tinggi yang ramah terhadap kulit, pembalut kain Nadnad membantu menjaga kebersihan dan kesehatan Anda dengan mengurangi risiko ruam dan iritasi. 3. Bahan yang Lembut dan Nyaman Dengan bahan yang lembut dan nyaman, Anda dapat merasa lebih nyaman sepanjang hari tanpa mengalami ketidaknyamanan yang biasa terjadi saat menggunakan pembalut biasa. 4. Hidup Ramah Lingkungan dan Mengurangi Sampah Menggunakan pembalut kain Nadnad berarti Anda turut berkontribusi dalam menjaga lingkungan dengan mengurangi jumlah sampah plastik yang dihasilkan dari pembalut sekali pakai. Dengan demikian, Anda dapat hidup lebih Itulah rekomendasi Minnad untuk pembalut yang cocok untuk remaja. Mari hidup lebih sehat, nyaman, serta bantu jaga alam dengan menggunakan pembalut kain Nadnad. Tunggu apalagi, konsultasi sekarang!

Read More »

Mentruasi Tidak Teratur? Hati-hati Gejala PCOS

Kamu perlu berhati-hati jika memiliki siklus menstruasi tidak teratur karena itu merupakan salah satu gejala penyakit PCOS.  Siklus menstruasi normal pada wanita terjadi dalam kurun waktu 21-35 hari, dimana siklus menstruasi tidak bisa disamakan dengan semua wanita.  Jika siklus menstruasi tidak normal dalam jangka waktu yang panjang, seorang wanita bisa jadi mengalami gangguan Polycystic Ovary Syndrome atau dikenal dengan PCOS. Lalu apa saja penyebab dan bagaimana cara mencegah PCOS? Dapatkan penjelasan selengkapnya dalam artikel ini.  Apa Itu PCOS? PCOS merupakan singkatan dari Polycystic Ovary Syndrome dimana dalam bahasa indonesia dikenal dengan istilah Sindrom Ovarium Polikistik. PCOS merupakan kondisi medis yang memengaruhi keseimbangan hormonal pada wanita usia reproduksi.  Penyakit PCOS sendiri seringkali melibatkan gangguan dalam fungsi ovarium yang dapat menyebabkan masalah seperti siklus menstruasi tidak teratur, masalah kesuburan, dan perubahan hormonal lainnya. Wanita yang mengidap PCOS sering memiliki kista kecil di dalam ovarium, dimana kista ini biasanya tidak berbahaya, tetapi dapat menyebabkan gangguan dalam siklus menstruasi dan ovulasi. Penyakit ini dengan berkaitan dengan berbagai masalah lainnya seperti resistensi insulin, peningkatan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan sindrom metabolik.  Penyebab PCOS Penyebab PCOS sendiri hingga saat ini belum diketahui secara pasti, hanya saja ada beberapa hal yang meningkatkan seseorang mengalami penyakit ini, yaitu: Memiliki hormon insulin berlebih Dilansir dari Halodoc mengatakan bahwa 70% wanita PCOS mengalami resistensi insulin atau memiliki hormon insulin berlebih. Insulin sendiri merupakan hormon yang bertugas untuk mengatur karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh untuk dijadikan energi. Hormon insulin berlebih menyebabkan kadar androgen lebih tinggi dimana hal ini dipicu oleh kadar insulin yang menumpuk dalam tubuh.  Faktor genetik  PCOS merupakan salah satu penyakit genetik atau bisa menurun dalam keluarga. Jika seorang ibu atau saudara perempuan mengidap sindrom ini, kemungkinan keturunannya memiliki riwayat penyakit yang sama. Gangguan keseimbangan hormon Gangguan keseimbangan hormon juga dapat menyebabkan seorang wanita mengalami PCOS. Ketidakseimbangan hormon ini seperti peningkatan kadar testosteron, peningkatan kadar hormon luteinising, rendahnya globulin pengikat hormon seks, peningkatan kadar prolaktin.  Gejala PCOS Tanda dan gejala PCOS seringkali bervariasi dan berbeda bagi setiap orang, namun jika merasakan gejala umum di bawah ini, kamu dapat segera memeriksakan diri ke dokter.  Gangguan Siklus Menstruasi Salah satu gejala PCOS ditandai dengan periode menstruasi yang tidak teratur. Dalam banyak kasus wanita yang mengalami PCOS memiliki siklus menstruasi kurang dari 8-9 dalam setahun.  Gangguan siklus menstruasi pada pengidap PCOS disebabkan oleh menurunnya aktivitas ovulasi pada sistem reproduksi sehingga dinding rahim tidak dapat meluruh.  Warna Kulit Menggelap Tanda atau gejala lainnya yang sering muncul pada pengidap PCOS adalah warna kulit penderita yang berubah menjadi lebih gelap. Biasanya kulit yang menggelap terjadi pada bagian lipatan seperti leher, pangkal, paha, bawah payudara, serta selangkangan. Muncul Jerawat yang Parah dan Banyak Pada penderita PCOS gejala lain yang muncul adalah munculnya jerawat yang parah dan banyak, dimana hal ini disebabkan oleh kondisi kulit menjadi lebih berminyak dari biasanya. Minyak berlebih ini memicu pertumbuhan banyak jerawat di area wajah, dada, hingga punggung bagian atas.  Pertumbuhan Rambut Berlebih Tanda-tanda lain dari PCOS adalah tumbuhnya rambut secara berlebih terutama di area wajah dan tubuh seperti dada, perut, dan punggung.  70% orang penderita PCOS mengalami pertumbuhan rambut lebih tebal dan gelap dari biasanya.  Perubahan Mood Tanda-tanda lain dari PCOS adalah mengalami  perubahan mood secara tiba-tiba. Hal ini disebabkan oleh kadar hormon yang tidak teratur sehingga berdampak pada suasana hati atau mood seseorang.  Kadar hormon yang tidak teratur memicu perubahan mood secara terus menerus yang berpotensi menyebabkan stres dan depresi.  Kapan Harus ke Dokter  Jika mengalami gejala seperti haid yang tidak teratur, kamu dapat memeriksakan diri ke dokter ya girls. Jika penderita PCOS tidak segera mendapat penanganan maka akan menyebabkan penderitanya sulit hamil atau mandul karena sel telur tidak dapat dilepaskan (tidak ada ovulasi). Dilansir dari Alodokter menjelaskan pemeriksaan fisik yang akan dilakukan untuk penderita PCOS meliputi: Tes darah, untuk memeriksa kadar hormon androgen, tes toleransi terhadap gula darah, dan kadar kolesterol yang sering kali meningkat pada penderita PCOS. USG panggul, untuk memeriksa ketebalan lapisan rahim pasien dengan bantuan gelombang suara Jika pasien sudah dipastikan menderita PCOS, langkah selanjutnya dokter akan melakukan sejumlah tes lain untuk mendeteksi komplikasi yang mungkin terjadi akibat PCOS. Bagaimana girl’s apakah penjelasan minnad bisa menjawab pertanyaan kalian seputar PCOS?  Jangan lupa jaga kesehatan dengan makan makanan yang bergizi, hindari junk food dan pastikan lakukan olahraga rutin ya girl’s agar siklus menstruasi kalian tetap lancar.

Read More »

Alami Migrain saat Menstruasi? Berikut Cara Mengatasinya

Saat sedang menstruasi, tak jarang banyak wanita yang mengeluh karena mengalami migrain. Salah satu pemicu migrain saat menstruasi ada perubahan hormon yang terjadi selama siklus menstruasi. Migrain bisa muncul sebelum, selama, atau bahkan setelah periode menstruasi. Dalam beberapa kasus, migrain saat menstruasi bukan sekedar sakit kepala biasa, migrain sering kambuh sehingga mempengaruhi kehidupan sehari-hari, seperti kemampuan untuk bekerja, beraktivitas, dan lainnya. Oleh sebab itu, Minnad akan menjelaskan penyebab terjadinya migrain saat menstruasi serta langkah-langkah yang bisa diambil untuk mengurangi dampak migrain saat sedang menstruasi. Penyebab Migrain Saat Menstruasi Migrain merupakan gangguan neurovaskuler yang terjadi akibat inflamasi neurogenik. Kondisi yang menyertai biasanya berupa gejala nyeri kepala yang lebih dominan pada satu sisi (unilateral) dan berdenyut (pulsating). Kejadian ini biasanya berlangsung antara 4 – 72 jam. Pada saat menstruasi, gejala migrain dapat muncul sebelum atau selama periode menstruasi, tepatnya 2 hari menjelang menstruasi hingga 3 hari setelah menstruasi. Migrain saat menstruasi dapat disebabkan oleh beberapa hal. Biasanya, migrain saat menstruasi dapat dipengaruhi oleh perubahan hormon, yaitu estrogen dan progesteron yang memiliki peran terhadap kehamilan dan menstruasi. Kedua hormon tersebut juga dapat berdampak pada senyawa kimia penyebab sakit kepala di dalam otak. Sebelum terjadinya menstruasi, kadar estrogen dan progesteron di dalam tubuh biasanya akan mengalami penurunan. Hal tersebut memicu timbulnya gejala seperti sakit kepala. Selain pengaruh tersebut, migrain saat menstruasi juga berhubungan dengan adanya produksi hormon prostaglandin yang meningkat selama menstruasi terjadi. Hormon ini mendorong munculnya rasa sakit, serta rasa nyeri atau migrain selama menstruasi berlangsung. Selain faktor diatas, berikut beberapa penyebab terjadinya migrain saat sedang menstruasi. 1. Kadar Zat Besi Rendah Sakit kepala saat menstruasi dapat dipicu oleh banyaknya darah yang keluar. Hal ini terjadi karena saat kehilangan darah, tubuh rentan mengalami kekurangan zat besi. Ketika zat besi dalam tubuh memiliki kadar yang rendah, dapat memicu munculnya migrain. 2. Faktor Lingkungan Faktor lingkungan seperti stres, perubahan cuaca, pola makan yang tidak teratur, kurang tidur, alkohol, dapat memicu migrain bagi beberapa individu. Baca Juga : Ciri Terlambat Haid Karena Stres Cara Mengatasi Migrain saat Menstruasi Migrain saat menstruasi bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh sebab itu, berikut rekomendasi Minnad untuk mengatasi migrain saat menstruasi. 1. Jaga Pola Makan Makan-makanan yang sehat secara teratur dapat membantu menghindari migrain. Hindari makanan yang memicu migrain seperti makanan yang mengandung MSG, tiramin, atau fenilalanin. Selain makanan, pastikan mendapat asupan air yang cukup. 2. Olahraga Teratur Olahraga secara teratur dapat membantu mengurangi frekuensi dan keparahan migrain. Terdapat beberapa olahraga yang dapat dilakukan seperti jalan kaki, bersepeda, atau pun yoga. 3. Manajemen Stres Stres bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya migrain. Cobalah untuk merelaksasikan diri dengan cara meditasi, atur nafas, pijat, atau hal lain yang dapat merilekskan badan dan pikiran. 4. Pengobatan Jika migrain dirasa parah, segera lakukan konsultasi dengan dokter, supaya bisa mendapatkan penanganan yang sesuai serta bisa mencegah terjadinya migrain yang lebih parah. Itukah penyebab dan cara mengatasi migrain saat menstruasi. Setiap orang memiliki penyebab yang berbeda-beda. Oleh sebab itu perlu untuk mengetahui penyebab terjadinya migrain saat menstruasi agar bisa diatasi sesuai dengan faktor penyebabnya. Referensi Halodoc. 2020. Migrain Saat Menstruasi? Begini Cara Mengatasinya. Diakses pada Rabu, 03 April 2024  

Read More »

Categories

More Posts

Send Us A Message

Form Pendaftaran

LOGO NADNAD

Kami tahu untuk para wanita yang masih produktif ketika sedang menstruasi, pasti banyak sekali mengalami keresahan. 

Oleh karena itu, nadnad hadir dengan memberikan solusi melalui produk-produk yang dapat membuat nyaman di hari merahnya.

Kategori Produk

Pembalut Kain

Feminine Wash

Sabun Lerak

Mood Booster

Sabun Lerak

Clodi

Wetbag

Info & Program

CSR

Katalog Produk

Bikin Nyaman Hari Merahmu

Perum Mitra Asri Residence Gg Mawar II/8
Jl. Biliton, Gedangsewu, Pare, Kediri, Jawa Timur

sakinaclodi@gmail.com