Category: Clodi

Sampai Usia Berapa Bayi Sebaiknya Pakai Popok Kain

Penggunaan popok bayi, baik popok kain maupun popok sekali pakai tergantung pada pilihan masing-masing tua. Kalau bunda di rumah tim popok sekali pakai atau popok kain nih? Pemilihan popok untuk si kecil harus dilakukan dengan cermat agar anak merasa nyaman dan happy saat memakainya.  Popok kain sendiri salah satu opsi selain popok sekali pakai untuk si kecil. Hal ini terjadi karena popok kain dinilai lebih aman dan sehat digunakan setiap hari. Buat bunda yang belum tau, popok kain merupakan popok cuci ulang yang bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama lho.  Cara memakainya sama seperti popok sekali pakai, hanya saja untuk popok kain harus dicuci setelah pemakaian dan bisa digunakan kembali saat sudah bersih. Apakah Bayi Harus Pakai Popok Kain? Popok kain terbuat dari bahan alami tanpa kandungan kimia jadi lebih aman dan sehat digunakan untuk si kecil, hal ini tentu menjadi alasan utama Bunda untuk beralih ke popok kain. Popok bayi yang berbahan kain tersedia dalam berbagai pilihan bahan, desain, warna, dan bentuk yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Popok kain umumnya dipilih karena bisa dipakai berkali-kali sehingga dapat mengurangi sampah dan dianggap lebih ramah lingkungan lho bun.  Selain itu popok kain juga punya kelebihan dibanding dengan popok sekali pakai, seperti berikut: Lebih Hemat Jika dibandingkan dengan popok sekali pakai, penggunaan popok kain lebih hemat digunakan untuk setiap hari. Hal ini terjadi karena popok kain merupakan popok cuci ulang, jadi bisa digunakan berulang kali dalam jangka waktu yang lama. Aman Dipakai Setiap Hari Popok kain seratus persen terbuat dari bahan alami, jadi lebih aman dipakai untuk si kecil. Selain itu karena terbuat dari bahan alami popok kain tidak akan membuat si kecil ruam, gatal, dan iritasi kulit. Lebih Sehat Popok kain terbuat dari bahan alami dan tidak ada kandungan bahan kimia, hal ini yang menjadikan popok kain lebih sehat dan aman digunakan setiap hari.  Perlu bunda ketahui beberapa popok kimia memiliki kandungan berbahaya klorin dan jika digunakan pada kulit dapat menimbulkan gatal, ruam, dan iritasi.  Sehat Untuk Lingkungan  Popok kain dapat digunakan kembali, sehingga mengurangi keseluruhan limbah yang dihasilkan dibandingkan dengan popok sekali pakai. Dengan menggunakan popok kain tentu kita membantu untuk mengurangi penggunaan sampah plastik.  Sampai Usia Berapa Bayi Sebaiknya Pakai Popok Kain? Perlu untuk bunda ketahui popok kain dapat digunakan untuk bayi baru lahir atau new born, hingga si kecil siap untuk melakukan toilet training. Jadi, bunda jangan khawatir saat akan membeli popok kain, karena saat ini banyak berbagai jenis merk dan ukuran popok kain yang tersedia.  Sebelum memutuskan untuk membeli popok kain, bunda dapat mencatat 5 tips mudah memilih popok kain dari minnad ya: Pilih Jenis Popok Kain yang Sesuai Tips pertama pastikan bunda memilih popok kain cuci ulang yang sesuai dengan kebutuhan si kecil. Popok kain sendiri memiliki beberapa jenis seperti pocket diaper, cover diaper, pull ataupun pant diaper.  Perhatikan Kesehatan Kulit Bayi Tips kedua, sebelum menggunakan popok kain pastikan untuk memastikan kesehatan kulit bayi. Penggunaan popok pada bayi memiliki batas waktu penggunaan, jadi jangan lupa untuk rutin mengganti popok si kecil ya bun, terutama saat terkena pup atau kotoran. Pilih Popok Sesuai Kebutuhan Saat memilih popok kain bunda perlu menyesuaikan penggunaan popok kain tersebut berdasarkan usia dan kegiatan si kecil. Jika si kecil sudah mulai aktif sebaiknya menggunakan popok kain model celana agar anak leluasa untuk bergerak. Pilih bahan popok kain  Jangan lupa untuk memastikan popok kain terbuat dari bahan yang aman digunakan untuk si kecil. Bunda dapat memilih popok yang menggunakan kain microfleece karena berbahan lembut jadi aman dan nyaman saat digunakan si kecil. Rekomendasi Popok Kain Bagus Untuk Bayi Nadnad Clodi menjadi pilihan tepat bunda untuk popok si kecil. Nadnad Clodi merupakan popok kain bayi modern ramah lingkungan yang sudah berlegalitas SNI dengan lapisan anti bocor yang bisa dicuci dan bisa digunakan kembali sebagai pengganti popok sekali pakai.   Nadnad Clodi memiliki banyak varian ukuran dan motif yang bisa bunda sesuaikan dengan kebutuhan si kecil. Jadi tunggu apalagi? Yuk mulai beralih hidup sehat bareng Nadnad Clodi.

Read More »

Ketahui Penyebab Ruam Popok pada Bayi dan Cara Mencegahnya!

Bunda bingung apa penyebab ruam popok pada bayi dan bagaimana cara pencegahannya? Tenang, pada artikel ini yuk kita bahas bersama mengenai penyebab ruam popok yang seringkali membuat bayi tidak nyaman dan rewel. Lebih dari itu, ruam akibat popok juga dapat membahayakan kesehatan bayi loh.  Oleh karenanya, yuk simak penjelasan terkait ruam popok pada bayi dan cara pencegahannya yang tepat di bawah ini! Apa itu Ruam Popok? Ruam popok sendiri adalah peradangan yang terjadi pada kulit bayi akibat kondisi lembab karena penggunaan popok yang menutup kulit bayi. Hal ini juga dipicu oleh kurangnya sirkulasi udara yang masuk sehingga menyebabkan kondisi kulit menjadi lembab. Selain itu ruam dan iritasi pada bayi juga dapat disebabkan oleh paparan urin dan feses yang menempel di kulit. Untuk menangani ruam popok pada bayi Bunda wajib mengetahui gejala-gejalanya seperti di bawah ini: Kulit bayi terlihat kemerahan Ruam dan lecet di area paha, bokong, dan kelamin Pembengkakan di sekitar area yang terkena ruam Rasa gatal yang menimbulkan tidak nyaman Perubahan tekstur kulit menjadi kasar atau bersisik Ruam yang meluas akibat tidak diatasi dengan baik Ruam berair yang menandakan adanya infeksi atau peradangan lebih serius Perubahan perilaku bayi menjadi lebih rewel daripada hari biasanya Lalu Apa Aja Sih Penyebab Ruam Popok Pada Bayi? Ruam popok adalah salah satu jenis iritasi kulit yang paling umum pada bayi. Berikut adalah beberapa penyebab ruam popok pada bayi: 1. Kulit yang lembab Area popok yang lembab dan basah dapat menyebabkan kulit menjadi lembek, yang memudahkan terjadinya iritasi. 2. Kontak dengan urine dan tinja Paparan berkepanjangan terhadap urine dan tinja dapat menyebabkan iritasi. Tinja bayi yang tinggi dalam asam (misalnya, karena asupan makanan tertentu) dapat memperparah iritasi. 3. Gesekan Gesekan antara popok dan kulit bayi, terutama saat bayi bergerak atau berbaring dalam posisi tertentu, dapat menyebabkan iritasi. 4. Infeksi jamur Jamur, terutama jenis Candida, dapat tumbuh di area popok yang lembab dan menyebabkan ruam popok. Ini sering disebut dengan istilah kandidiasis. 5. Reaksi terhadap produk Beberapa bayi mungkin memiliki reaksi terhadap sabun, tisu basah, popok sekali pakai, atau produk perawatan kulit lain yang digunakan. 6. Antibiotik Jika bayi menerima antibiotik, ini dapat mengganggu keseimbangan flora bakteri di area popok dan memicu pertumbuhan jamur. 7. Kulit sensitif Beberapa bayi memiliki kulit yang lebih sensitif dibandingkan yang lain, membuat mereka lebih rentan terhadap iritasi popok. 8. Makanan atau ASI dari ibu Jika bayi mendapat ASI dari ibunya, ada kemungkinan reaksi terhadap makanan tertentu yang dikonsumsi oleh ibu dapat menyebabkan ruam popok. 9. Kontaminasi Paparan kotoran, bakteri, atau zat kimia lainnya di area popok juga dapat menyebabkan iritasi. Cara Mencegah Ruam Popok pada Bayi Mencegah ruam popok pada bayi melibatkan perhatian khusus terhadap kebersihan dan perawatan kulit mereka. Berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat Anda pertimbangkan: 1. Ganti popok secara teratur Ganti popok bayi sesegera mungkin setelah mereka buang air kecil atau besar. Area yang lembab dapat meningkatkan risiko iritasi. 2. Bersihkan area popok dengan lembut Saat mengganti popok, gunakan air hangat dan kapas atau tisu basah yang lembut untuk membersihkan area popok bayi. Hindari penggunaan tisu basah yang mengandung alkohol atau pewangi. 3. Keringkan area popok dengan baik Setelah membersihkan area popok, pastikan untuk mengeringkannya dengan menepuk-nepuk dengan lembut atau biarkan terbuka selama beberapa saat sebelum memasang popok baru. 4. Gunakan produk perawatan kulit yang tepat Pilih produk perawatan kulit yang dirancang khusus untuk bayi dan bebas dari bahan kimia yang keras atau pewangi yang berlebihan. Krim pelindung seperti krim zinc oxide atau petrolatum dapat membantu mencegah iritasi. 5. Biarkan kulit bayi bernapas Biarkan bayi berbaring tanpa popok selama beberapa waktu setiap hari untuk membiarkan kulitnya bernapas dan mengering dengan baik. 6. Hindari popok terlalu ketat Pastikan popok yang digunakan tidak terlalu ketat, yang dapat menggosok dan mengiritasi kulit bayi. 7. Gunakan popok sekali pakai yang sesuai Pilih ukuran dan merk popok yang pas untuk bayi. Beberapa bayi mungkin memiliki reaksi terhadap jenis tertentu dari popok sekali pakai, jadi pertimbangkan untuk mencoba beberapa merek berbeda. 8. Pertimbangkan penggunaan krim anti-jamur Jika bayi memiliki riwayat infeksi jamur atau ruam popok yang persisten, pertimbangkan untuk menggunakan krim anti-jamur sesuai dengan saran dokter atau pediatrik. 9. Pantau perubahan kulit Selalu perhatikan perubahan pada kulit bayi. Jika melihat tanda-tanda awal iritasi atau ruam popok, segera ambil tindakan untuk mencegah perburukan. Selain itu cara tepat untuk mencegah iritasi pada bayi adalah dengan beralih menggunakan produk ramah lingkungan, salah satunya mengganti popok sekali pakai ke popok kain dari Nadnad Indonesia. Nadnad Clodi sendiri merupakan popok kain cuci ulang yang bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama. Nadnad Clodi menjadi pilihan yang tepat untuk Bunda sebagai solusi mencegah ruam dan iritasi kulit pada bayi. Clodi dari Nadnad Indonesia menggunakan kain microfleece yang lembut tanpa kandungan bahan kimia sehingga aman dan nyaman digunakan untuk bayi. Bagaimana, tertarik untuk mencoba? Yuk dapatkan produk Nadnad Clodi sekarang juga!

Read More »

Rekomendasi Clodi yang Bagus dan Aman untuk Si Kecil

Clodi yang bagus memiliki daya serap tinggi sehingga nyaman digunakan tanpa menimbulkan ruam pada kulit. Dibandingkan popok sekali pakai, tentunya clodi bisa dijadikan pilihan terlebih bagi kalian yang memang memiliki perhatian khusus akan isu lingkungan.  Bagi kalian yang tertarik dengan clodi apakah aman digunakan bayi hingga rekomendasi merek clodi berkualitas maka simak informasinya berikut ini. Apakah Pakai Clodi Aman untuk Bayi? Sebelum membahas lebih jauh mengenai masalah keamanannya maka kalian perlu mengetahui terlebih dahulu apa itu clodi. a. Mengenal apa itu clodi Clodi adalah kependekan dari cloth diapers yakni popok yang terbuat dari bahan kain serta bisa dicuci serta digunakan berulang kali. Walaupun bahan bakunya kain, namun jenis popok tersebut tidak serupa dengan popok kain biasa. Clodi mempunyai dua lapisan yakni outer (lapisan luar) dan inner/insert (lapisan dalam). Lapisan bagian dalam pada umumnya dibuat terpisah ataupun bisa dilepas serta perlu untuk dimasukkan ke popok ketika akan digunakan. Untuk bagian dalamnya umumnya dibuat menggunakan polyester (microfiber), bahan katun, ataupun bambu dan mempunyai kemampuan di dalam menyerap air salah satunya urin si kecil. Bagian luarnya terbuat menggunakan bahan waterproof atau tahan air guna mengurangi kemungkinan adanya kebocoran IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) menyarankan pemakaian popok kain menggunakan bahan katun cenderung mempunyai ventilasi yang bagus bagi kulit bayi. Hal tersebut tentu saja mengurangi adanya kemungkinan ruam popok dan melindungi bayi dari serangan infeksi pada saluran kemih. Clodi mempunyai berbagai macam ukuran dan terbagi berdasarkan pada berat badan bayi. Untuk popok kain dapat digunakan oleh newborn (bayi baru lahir) sampai balita (1-2 tahun). b. Clodi aman digunakan Salah satu keunggulan dari clodi yakni ramah lingkungan karena dapat dicuci serta dipakai kembali dan juga aman untuk digunakan pada bayi. Namun untuk menunjang keamanan tadi pemilihan clodi yang bagus dalam artian bahan yang digunakan wajib untuk diperhatikan. Pilih bahan yang mudah dan cepat untuk menyerap air kencing. Memang clodi ini bisa digunakan untuk mencegah ruam namun jika tidak tepat dalam memilihnya maka clodi juga berisiko tidak aman digunakan karena mengakibatkan ruam akibat daya serap rendah. Tidak hanya aman namun clodi juga memiliki beberapa kelebihan salah satunya hemat. Walaupun terlihat mahal, namun memakai clodi sebenarnya bisa menghemat anggaran belanja jika dibandingkan penggunaan popok. Clodi bisa dicuci kemudian dikeringkan kembali, maka clodi dapat diwariskan kepada adiknya kelak. Kelebihan lainnya yakni lebih sehat, walaupun banyak popok sekali pakai dikatakan hypoallergenic akan tetapi banyak yang dibuat memakai bahan kimia dan itu berbahaya untuk kulit. Clodi dibuat menggunakan katun 100% jadi lebih lembut dan tidak berdampak buruk untuk kulit bayi. Namun perlu diingat jika kalian harus memakai detergen yang tepat supaya clodi ini tetap lembut terlebih untuk kulit bayi yang memang sensitif. Berapa Jam Sekali Mengganti Clodi pada Bayi? Pertanyaan semacam ini kerap muncul terutama bagi kalian yang baru pertama menggunakannya. Walaupun kalian menggunakan clodi yang bagus namun tidak paham aturan penggunaannya maka akan sama saja. Idealnya untuk pergantian clodi tadi dilakukan selama 3-4 jam sekali dan itu bisa kurang tergantung pada kondisi clodi. Jika dirasa clodi sudah terlalu banyak muatan dalam artian sudah banyak urine yang tertampung dan mengakibatkan clodi menjadi lembap maka sebaiknya segera ganti walaupun belum 3 jam pemakaian. Jadi sebagai ibu kalian perlu memperhatikan kondisi clodi. Walaupun urine sedikit namun jangan membiarkan penggunaannya melebihi 4 jam karena bisa mengakibatkan rasa tidak nyaman pada bayi dan juga ruam. NadNad, Merk Clodi yang Bagus, Aman, dan Murah Saat ini menemukan merek clodi sangatlah mudah namun jika kalian ingin yang bagus dan mana maka NadNad bisa dijadikan pilihan. Clodi dari NadNad sengaja didesain untuk bisa memberikan perlindungan aman serta nyaman bagi buah hati. Kelebihan yang ditawarkan oleh clodi ini sebagai berikut. Ramah lingkungan sehingga dengan memakai clodi ini kalian ikut serta mengurangi limbah pampers. Menggunakan bahan microfleece yang pastinya lebih nyaman serta optimal ketika digunakan. Daya serapnya baik sehingga clodi tetap kering dan juga kebocoran pada clodi bisa dihindari ketika si kecil bergerak aktif. Harga yang ditawarkan untuk clodinya relatif terjangkau sehingga kalian tidak perlu membuang banyak uang. Jadi itulah informasi terkait dengan clodi yang bisa kalian ketahui. Jika butuh rekomendasi clodi yang bagus maka NadNad bisa menjadi pilihannya. Tidak hanya menyediakan clodi, namun produk lain yang bisa didapatkan yakni menspad Nadnad. Tunggu apa lagi? Yuk order clodi NadNad sekarang!

Read More »

Cara Memakaikan Clodi Berdasarkan Tipenya Agar Bayi Nyaman

Hai bunda, siapa disini yang masih suka bingung, kira-kira clodi jenis apa yang cocok untuk si kecil? Yuk cari tahu bersama Minnad tentang jenis-jenis dan cara memakaikan clodi untuk si kecil. Apa itu Clodi? Clodi atau  cloth diaper adalah popok kain yang dapat dicuci ulang, sehingga dapat dipakai kembali. Popok jenis ini bisa menghemat pengeluaran dan mengurangi sampah yang disebabkan oleh popok sekali pakai. Selain itu, penggunaan clodi juga dapat mencegah ruam yang sering kali terjadi pada bayi. Clodi memiliki beberapa tipe yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan si kecil. Pada pembahasan kali ini, Minnad akan menjelaskan clodi tipe cover, pocket dan juga slup. Cara Memakaikan Clodi Tipe Cover Clodi jenis cover adalah clodi yang insert-nya terpisah dengan covernya. Sebagai contoh, jika si kecil buang air kecil ataupun buang air besar, bunda cukup mengganti insertnya saja tanpa mengganti popoknya. Sehingga akan lebih hemat biaya dan juga hemat cucian. Namun, clodi jenis cover ini disarankan untuk baby new born hingga bayi yang mulai aktif, atau sekitar umur 0 – 12 bulan. Kebutuhan akan clodi jenis ini juga bisa disesuaikan dengan perkembangan si kecil ya bunda. Cara memakaikan clodi tipe ini cukup mudah, cukup pasang insert pada kail penyangga, lalu kenakan pada bayi seperti saat menggunakan popok sekali pakai. Untuk mengunci, clodi cover memiliki dua jenis pengunci, yaitu pereka dan kancing. Cara Memakaikan Clodi Tipe Pocket Clodi jenis pocket memiliki lapisan luar yang langsung dijahit dengan lapisan dalam. Lapisan dalam yang digunakan biasanya berbahan microfleece atau bahan lainnya yang bisa memberikan kenyamanan pada sikecil. Sedangkan untuk lapisan luar biasanya berbahan katun atau PUL (Polyurethane Laminate). Clodi jenis ini cocok digunakan untuk baby new born hingga baby aktif, karena clodi pocket memiliki 2 pencegahan kebocoran, sehingga akan lebih leluasa dengan pertumbuhan sikecil. Berbeda dengan clodi tipe cover, posisi insert clodi pocket berada diantara bahan microfleece dan bahan PUL. Untuk pemakaiannya pun hampir sama dengan clodi cover, namun untuk penguncinya menggunakan kancing. Baca Juga: Ciri-ciri dan Cara Menangani Kulit Bayi Sensitif, Jangan Salah! Cara Memakaikan Clodi Tipe Slup Jenis clodi ini berbentuk seperti celana, atau lebih sering disebut dengan toilet training. Clodi ini sangat membantu sikecil yang ingin belajar untuk buang air di toilet. Pengguna dari clodi all in one adalah bayi aktif yang biasanya berusia lebih dari 1 tahun.  Karena bentuknya seperti celana, cara pemakaiannya pun sama seperti saat si kecil akan menggunakan celananya. Itulah penjelasan Minnad tentang jenis-jenis clodi serta cara pemakaiannya. Dengan menggunakan clodi, Anda turut membantu menjaga lingkungan dari sampah popok sekali pakai. Yuk gunakan clodi dari Nadnad untuk si kecil!

Read More »
kulit bayi sensitif

6 Ciri-ciri Kulit Bayi Sensitif dan 5 Cara Menanganinya, Jangan Sampai Salah!

Kulit bayi sensitif dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah faktor bawaan. Kulit bayi cenderung lebih tipis dibandingkan kulit orang dewasa. Untuk itu, Anda harus lebih tahu ciri-ciri kulit bayi sensitif dan perawatan yang harus dilakukan. Ciri-ciri Kulit Bayi Sensitif Ciri-ciri kulit bayi yang sensitif seharusnya diketahui oleh para ibu sehingga dapat melakukan perawatan secara tepat. Berikut ciri-ciri kulit sensitif di antaranya adalah: 1. Ruam atau Bintik-bintik Merah Ruam atau bintik-bintik merah yang terjadi pada kulit bayi biasanya terjadi dikarenakan tubuh melawan zat asing yang berasal dari luar. Akan tetapi, jika ruam atau bintik-bintik merah semakin banyak muncul bisa jadi disebabkan oleh kandungan zat tertentu yang terkena pada kulit bayi. Kulit bayi yang sensitif kerap kali akan mengalami ruam. Untuk itu, pastikan Anda memperhatikan penyebab kulit bayi menjadi ruam akibat alergi dan cara menghindarinya. 2. Tekstur Kulit Bayi Kering Ciri-ciri kulit bayi sensitif selanjutnya adalah tekstur kulit bayi yang terlihat sangat kering. Apabila bayi memiliki kulit kering dan kusam, Anda harus melakukan langkah ekstra untuk menjaga kelembaban kulit bayi tersebut. Untuk mengurangi kulit kering pada bayi dengan kulit sensitif, oleskan pelembab khusus bayi pada kulit yang kering dan kusam. Pelembab ini juga dapat membantu mencegah iritasi terutama pada bagian kerutan tubuh. 3. Kulit Terasa Gatal Kulit bayi yang sensitif biasanya juga dapat dicirikan dengan kulit yang gatal. Hal ini dapat dilihat jika bayi sering kali menggaruk kulit tubuhnya. 4. Timbul Sensasi Terbakar Sensasi kulit terasa terbakar ternyata bisa dirasakan oleh bayi yang memiliki kulit sensitif. Kondisi ini dapat muncul dikarenakan bayi memiliki kondisi tertentu seperti intertrigo atau alergi. Rasa terbakar ini tentu akan menjadi bayi terasa kurang nyaman apabila disentuh atau bergesekan dengan benda lain. Sebagai langkah pencegahannya, pastikan bayi tidak berkeringat secara berlebihan yang menjadi faktor intertrigo. 5. Rentan Terkena Berbagai Penyakit Ciri terakhir kulit bayi sensitif adalah rentan terkena berbagai penyakit. Beberapa penyakit yang menjadikan kulit sensitif pada bayi di antaranya adalah biduran, biang keringat, eksim, kurap, ruam popok hingga impetigo (infeksi yang disebabkan oleh bakteri). 6. Kemerahan Kulit kering umumnya disertai dengan kemerahan yang diakibatkan oleh perubahan suhu, penggunaan produk perawatan bayi yang tidak sesuai, serta gesekan dengan pakaian atau pun popok yang dikenakan. Bagaimana Cara Mengatasi Kulit Bayi yang Sensitif? Dilihat dari ciri-ciri di atas, apabila bayi dengan kulit sensitif dibutuhkan perawatan yang tepat sehingga tidak menjadikan kulit meradang dan iritasi.  Sistem perlindungan bayi yang belum terbentuk sempurna dalam melawan zat asing yang masuk. Tentunya, permasalahan kulit sensitif tersebut tidak bisa dihindari.  Berikut cara mengatasi kulit bayi sensitif di antaranya adalah: 1. Pilih Produk Bayi Secara Cermat Memiliki bayi dengan kulit sensitif sebaiknya Anda memilih produk secara cermat. Utamakan memilih produk bayi dengan menggunakan bahan-bahan alami dan berlabel anti alergi untuk mencegah reaksi alergi pada kulit seperti dilansir dari laman Healthline. Pemilihan sabun dan shampo khusus bayi sensitif diutamakan memiliki kadar pH yang seimbang. Hindari pemilihan sabun dan shampo yang membuat kulit menjadi kesat. 2. Memandikan Bayi dengan Bijak Umumnya, banyak ibu yang merasa risih dengan adanya selaput lemak pada kulit bayi saat lahir sehingga banyaknya yang selalu memandikannya. Padahal, selaput lemak ini berfungsi sebagai pelembab dan melindungi kulit dari alergi. Untuk cara memandikan bayi khususnya yang memiliki kulit sensitif, harus menggunakan air suam kuku yaitu 36-37 derajat celcius. Mandikan bayi dengan cara merendam seluruh tubuh di dalam bak, jangan terlalu lama sekitar 10-15 menit. Memandikan bayi dengan waktu yang lama dapat menyebabkan hipotermia. 3. Gunakan Pelembab Khusus Bayi Bukan hanya kulit orang dewasa saja yang membutuhkan pelembab. Kulit bayi juga membutuhkan pelembab sebagai skincare bayi khususnya bayi yang memiliki kulit sensitif. Pelembab bayi yang bagus dapat mempertahankan kadar air setelah selesai mandi. Pelembab ini berfungsi dalam memperbaiki tekstur kulit bayi agar tetap lembut dan fleksibel. 4. Rawat Area Popok Perhatikan area popok bayi, biasanya area ini rentan lembab, tergaruk dan juga tersumbat yang menyebabkan iritasi pada bayi dan juga ruam. Bentuk perawatan area popok agar tidak menimbulkan masalah pada kulit bayi, dapat dilakukan dengan mengganti popok secara rutin. Penggunaan popok sekali pakai pada bayi dapat menyerap kelembaban kulit secara tepat. Oleh karena itu, disarankan menggunakan popok kain. 5. Hindari Terlalu Lama Terpapar Sinar Matahari Vitami D yang terkandung dalam sinar matahari bagus untuk kulit bayi, terutama saat si kecil mengalami penyakit kuning. Namun, menjemur bayi secara berlebihan tidak disarankan karena dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Nadnad Clodi, Popok Kain Solusi Kulit Bayi Sensitif   View this post on Instagram   A post shared by Nadnad Clodi – Popok Kain Ramah Lingkungan (@nadnad.clodi) Penggunaan popok kain pada kulit bayi sensitif dapat mengurangi peradangan dan juga ruam di area popok. Nadnad Clodi merupakan solusi popok kain paling tepat yang harus Anda gunakan. Anda bisa membaca artikel kami berjudul Clodi Nadnad: Popok Kain Bayi Ternyaman Bebas Bocor dan Iritasi kika Anda ingin mengetahui lebih lanjut soal popok kain Nadnad Clodi Nadnad clodi memiliki daya serap yang tinggi untuk menjaga kebocoran dan dapat menjaga area popok tetap kering. Dibuat dengan bahan microfleece yang membuat popok kain ini memberikan kenyamanan yang optimal pada saat digunakan. Beli popok kain Nadnad Clodi sekarang dan rasakan perbedaannya!

Read More »
memakaikan popok terlalu lama

Waspada Ini Bahasa Memakaikan Popok Terlalu Lama pada Bayi

Memakaikan popok terlalu lama pada bayi dapat menyebabkan ruam, iritasi, hingga infeksi. Sayangnya, hal ini masih sering terjadi karena para ibu lupa menggantinya. Berikut akibat yang dapat terjadi apabila terlalu lama memakaikan popok pada bayi. Akibat Memakaikan Popok Terlalu Lama bagi Bayi Untuk menghindari alergi pada kulit bayi, penggunaan popok sekali pakai harus diperhatikan. Masih banyak ibu pemula yang tidak mengetahui waktu dalam pergantian popok sehingga menimbulkan masalah pada bayinya. Tidak sempat, lupa atau bahkan ingin berhemat terkadang menjadi alasan para ibu tidak mengganti popok. Padahal memakai popok terlalu lama tidak berdampak baik bagi bayi. Masalah Kesehatan jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama Berikut beberapa masalah kesehatan yang mungkin terjadi pada bayi adalah: 1. Ruam Popok Ruam popok menjadi masalah yang paling umum terjadi akibat tidak pergantian popok secara teratur. Ruam popok merupakan iritasi berupa bintik-bintik merah yang muncul di area kulit bayi yang tertutup oleh popok. Selain itu, bintik merah ini juga bisa menyebar di area paha atau pun perut. Ruam popok atau disebut sebagai diaper rash, bisa terjadi apabila seorang ibu tidak mengetahui bayinya menggunakan popok yang sama dalam waktu lama. Pemakaian popok dalam waktu yang lama dapat menyumbat sirkulasi udara. Hal ini menyebabkan area popok menjadi lembap yang memicu perkembangan jamur. Akibat dari ruam popok ini, banyak akan merasa tidak nyaman dan rewel. Rasa gatal dan pedih akan muncul seiring ruam popok semakin parah. 2. Iritasi Kulit Bayi Memakai popok terlalu lama juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit bayi. Iritasi ini dapat diakibatkan oleh gesekan kulit dengan popok dalam waktu yang lama. Kondisi iritasi kulit dapat terjadi bukan karena penggunaan popok dalam kondisi basah saja. Akan tetapi, bisa juga pada saat popok dalam keadaan kering. Hal ini dapat disebabkan karena penggunaan popok yang cukup lama. Untuk itu, agar tidak terjadi iritasi pada kulit bayi hindari pergantian popok dalam waktu yang lama. Apalagi menunggu popok penuh terlebih dahulu. Jika dirasa sudah cukup lama penggunaan popok walaupun tidak kotor, tetap harus dilakukan pergantian. 3. Infeksi Saluran Kencing Pemakaian popok terlalu lama juga dapat mengakibatkan masalah kesehatan yaitu infeksi saluran kencing. Infeksi ini dapat terjadi ketika popok sudah penuh terisi urine akan tetapi tidak kunjung dilakukan pergantian. Urine bayi dapat mengubah kadar pH kulit yang menyebabkan pertumbuhan jamur dan bakteri. Hal ini dapat menjadi pemicu infeksi pada saluran kencing khususnya pada bayi perempuan. Ketiga masalah kesehatan tersebut dapat terjadi jika andai lalai dalam mengganti popok. Namun, apabila masalah tersebut sudah terjadi, Anda tidak boleh khawatir. Cara Memakaikan Popok pada Bayi yang Benar Berikut cara mengatasi masalah tersebut adalah: Mengganti popok kotor sesegera mungkin. Membersihkan bagian yang tertutup popok dengan benar yaitu menggunakan air hangat untuk meredakan gatal. Memastikan kulit bayi dalam keadaan kering dalam mengganti popok agar mencegah kelembapan. Memberikan celah sedikit antara popok dan kulit bayi. Memberi ruang bayi untuk tidak menggunakan popok dalam waktu tertentu. Mengoleskan krim atau pelembap yang cocok untuk kulit bayi. Apabila menggunakan popok kain, pastikan mencuci popok menggunakan detergen yang aman untuk kulit. Memilih popok sekali pakai yang memiliki daya serap tinggi. Berapa Jam Popok Harus Diganti? Masalah kesehatan dapat timbul dari kebiasaan sepele yaitu tidak mengganti popok si kecil secara rutin. Entah untuk alasan apa pun, popok bayi harus rutin diganti agar tidak menimbulkan ketiga masalah di atas. Dengan melihat risiko yang mungkin terjadi, sebaiknya Anda mengerti waktu yang tepat dalam pergantian popok agar si kecil tidak terlalu lama dalam menggunakan popok. Berapa lama waktu dalam mengganti popok, dapat disesuaikan dengan kondisi si kecil. Jadwal yang telah dianjurkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bahwasanya dalam pergantian popok bayi seharusnya dilakukan 2 sampai 3 jam sekali. Selain itu, faktor cuaca juga dapat mempengaruhi kecepatan dalam mengganti popok. Cuaca yang dingin akan menyebabkan si kecil lebih sering mengeluarkan urine sehingga popok akan semakin cepat penuh. Waktu yang Tepat Mengganti Popok Bayi Berikut beberapa waktu yang tepat dalam mengganti popok: Mengganti popok tepat setelah buang air besar, dalam kondisi ini popok tentu tidak bisa digunakan lagi dan segera melakukan pergantian. Mengganti popok sebelum tidur, baik sebelum tidur siang atau pun tidur malam. Posisi terbangun pada malam hari pada saat ingin menyusu. Mengganti popok langsung setelah bangun tidur pagi.  Setelah selesai mandi Setelah selesai berjemur, ditakutkan popok menjadi lembap karena terkena sinar matahari. Pada saat popok basah terkena air minum. Sebelum bepergian dan setelah pulang bepergian. Popok dalam kondisi kotor karena debu atau kotoran dari luar. Demikian pembahasan tentang popok si kecil. Pastikan agar si kecil tidak memakai popok terlalu lama. Ibu juga bisa mencoba Nadnad Clodi untuk buah hati. Nadnad clodi memiliki daya serap yang tinggi untuk menjaga kebocoran dan dapat menjaga area popok tetap kering. Dibuat dengan bahan microfleece yang membuat popok kain ini memberikan kenyamanan yang optimal pada saat digunakan.

Read More »

Cara Menyimpan Popok Kain agar Tidak Cepat Rusak

Mengetahui cara menyimpan popok kain dapat bermanfaat untuk mencegah popok tidak cepat rusak dan awet digunakan. Dengan begitu, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli popok dalam waktu dekat. Berikut Cara Menyimpan Popok Kain (Clodi) yang Benar Ada berbagai alasan seorang ibu beralih menggunakan popok sekali pakai menjadi popok kain clodi yang dapat digunakan berulang kali. Clodi diapers merupakan solusi menghemat budget pengeluaran popok bayi dan membantu mengurangi sampah rumah tangga. Selain itu, popok kain dari clodi ini memberikan banyak keuntungan bagi si kecil seperti memberikan ruang nafas bagi kulit bayi, ramah lingkungan dan dipercaya mengurangi paparan zat kimia yang kerap kali ditemukan di popok sekali pakai yang dapat menimbulkan ruam dan iritasi. Supaya dapat digunakan secara berulang kali dan terjaga keawetannya, berikut cara menyimpan popok kain clodi di antaranya adalah: 1. Menerapkan Prewashing Seperti halnya dalam membeli baju baru, sebelum menggunakannya sebaiknya dicuci terlebih dahulu. Hal ini juga berlaku pada popok clodi yang harus dilakukan pre washing. Berbeda dengan pakaian biasa, prewashing pada clodi harus dilakukan sebanyak 3 kali. Selain bertujuan untuk membersihkan clodi sebelum nantinya digunakan juga untuk mengetahui daya serap dari clodi tersebut.  Untuk cara mencucinya pun cukup mudah seperti mencuci pakaian biasanya. Anda dapat menggunakan air biasa atau pun air hangat dalam mencuci clodi ini. Pada pencucian pertama, gunakan detergen yang aman untuk bayi. Kemudian untuk pencucian kedua dan ketiga tidak perlu menggunakan detergen. Clodi dengan bahan penyerap organik seperti bambu atau hemp sebaiknya menggunakan air hangat pada saat melakukan prewash. Air hangat ini dipercaya mampu mengangkat noda minyak pada bahan penyerap tersebut. 2. Gunakan Detergen Secukupnya Penggunaan detergen membantu penghilangan noda secara mudah dan cepat. Akan tetapi, dalam mencuci clodi tidak perlu membutuhkan detergen yang banyak. Noda popok clodi akan hilang sempurna selama proses pencucian dan juga pada saat dijemur. Selain itu, agar popok clodi semakin awet dan tahan lama, sebaiknya menggunakan detergen khusus clodi atau pakaian anak. Detergen khusus ini dipercaya mampu membuat clodi awet dan juga dapat menjaga daya serap clodi tersebut. 3. Hindari Penggunaan Mesin Cuci Menyimpan popok kain untuk waktu yang lama tentunya harus menghindari penggunaan mesin cuci dalam mencucinya. Mencuci clodi disarankan menggunakan tangan dengan cara mengucek dan peras popok clodi dengan ringan saja. Dengan begitu, kualitas clodi akan semakin terjaga. Namun, apabila Anda tidak terbiasa mencuci dengan tangan dan menggunakan mesin cuci. Dalam mencuci clodi ini, masukan ke dalam laundry bag. Hal ini dapat menjaga karet pinggang menjadi lebih awet dan melar. 4. Perhatikan Posisi Popok Clodi Saat Menjemur Menjemur popok clodi juga menjadi penentu popok tersebut awet dan dapat disimpan dalam waktu lama. Dalam menjemur, pastikan posisi clodi terkena sinar matahari secara langsung dan kering sempurna. Sinar UV yang berasal dari matahari, dapat membantu memudarkan noda dan juga membunuh bakteri yang menyebabkan bau. Meskipun demikian, menjemur di bawah sinar matahari yang terik dapat merusak lapisan waterproof clodi. 5. Tidak Perlu Disetrika Untuk menjaga clodi agar tetap awet, dalam menyimpan clodi setelah mencuci dan kering tidak perlu disetrika. Proses setrika biasanya dilakukan bukan hanya membuat pakaian menjadi rapi saja, akan tetapi juga bisa menghilangkan bakteri. Namun, proses setrika dalam menyimpan clodi ternyata tidak diperlukan. Jangan khawatir, bakteri pada clodi tidak hilang. Melalui proses pencucian dan pengeringan, bakteri pada clodi akan hilang sempurna. Dengan begitu, si kecil akan nyaman dan terhindar dari bakteri yang dapat menyebabkan berbagai masalah kulit. 6. Lakukan Stripping Stripping menjadi langkah yang perlu dilakukan apabila clodi terlalu sering dipakai. Terutama bagi clodi yang mudah bau dan bocor padahal baru beberapa kali dipakai. Stripping merupakan metode dalam menghilangkan residu deterjen yang berada di dalam popok clodi. Akibat dari adanya residu ini yang menyebabkan kualitas popok clodi menjadi menurun. Dengan menurunnya kualitas popok clodi tentunya akan berpengaruh pada daya serap yang mengakibatkan kebocoran yang membuat si kecil tidak nyaman dan sering kali melakukan pergantian clodi. Untuk melakukan stripping tidak membutuhkan langkah yang sulit. Anda hanya perlu merendam clodi baru dalam air hangat dengan menggunakan detergen khusus. Selanjutnya clodi dibilas hingga tidak berbusa. Anda juga dapat menggunakan baking soda atau cuka dalam proses stripping. Itulah keenam cara dalam menyimpan popok kain clodi agar tetap awet dan tahan lama. Perlu menjadi catatan bahwa perbedaan merek clodi yang digunakan juga akan berpengaruh pada perbedaan merawatnya terutama dalam pencuciannya. Oleh karena itu, pastikan Anda membaca dengan baik aturan perawatan clodi yang disertakan oleh penjual.

Read More »

Cara Menghilangkan Bau Pesing pada Clodi

Ada salah satu permasalahan yang umum terjadi pada penggunaan clodi atau cloth diaper yaitu aroma pesing yang tetap muncul pada clodi tersebut. Lalu bagaimana cara menghilangkan bau pesing pada clodi? Yuk cari tahu lebih jelasnya pada pembahasan berikut ini. Penyebab Clodi Bau Pesing Aroma pesing membandel yang Anda temukan di clodi bisa muncul karena clodi tersebut tidak di-stripping secara rutin. Selain stripping, bau pesing bisa muncul karena salah saat mencucinya. Hal yang perlu diperhatikan saat mencuci clodi yaitu hindari menyikatnya, dan jangan pakai detergen terlalu banyak. Pakai detergen secukupnya saja saat mencuci clodi, dan jangan sampai direndam terlalu lama. Merendam clodi lebih baik sekitar setengah jam saja. Selain itu, aroma pesing bisa saja karena clodi tidak dibilas secara maksimal sehingga residu yang tertinggal ada cukup banyak.  Hal tersebut bahkan saja bisa menimbulkan masalah ruam kulit. Biasanya bau pesing muncul setelah clodi dipakai hingga berbulan-bulan. Bukan hanya bau pesing saja, clodi bisa saja bocor bagi bagian-bagian tertentu seperti di bagian samping-sampingnya. Dampak lain clodi yang lama digunakan yaitu insert dan outernya menjadi kaku, warna clodi juga bisa saja menjadi kecoklatan. Intinya fungsi dan kondisi clodi bisa menurun setelah dipakai lama.  Cara Menghilangkan Bau Pesing pada Clodi Ketika memakai clodi, harus tahu ada saatnya fungsi popok tersebut menurun, aroma pesing pada clodi yang susah hilang adalah salah satu tandanya. Meski salah dalam mencuci bisa menjadi salah satu penyebabnya, tapi bisa saja itu terjadi karena tidak dilakukannya stripping. Stripping menjadi salah satu cara menghilangkan bau pesing pada clodi yang paling utama, lalu apa itu stripping? Inilah pencucian clodi tanpa memakai detergen dan diterapkan berkala dengan tujuan membuat fungsi clodi optimal kembali. Inti utama dari stripping clodi yaitu melenyapkan residu di kain popok tersebut. Salah satu penyebab utama performa clodi menjadi tidak optimal yaitu residu yang bisa bersumber dari detergen yang masih tersisa.  Residu tersebut bisa menempel di serat-serat kain. Selain karena detergen, residu bisa bersumber dari krim popok juga dan lain sebagainya. Lalu bagaimana cara melakukan stripping tersebut? Simak beberapa langkahnya pada poin-poin di bawah ini: Pastikan terlebih dahulu clodi yang akan dilakukan stripping sudah bersih. Clodi yang ingin di-stripping bukan yang habis digunakan atau yang terdapat urin. Kalau sudah dipastikan, maka pisahkan beberapa bagian clodi yaitu liner, insert,dan outer.  Siapkan bahan yang ingin Anda gunakan untuk stripping, misalnya seperti cuka dan baking soda. Tapi lebih baik jangan sampai mencampur bahan-bahan tersebut supaya airnya tidak bersifat netral. Bahan lain yang bisa dipertimbangkan yaitu sabun yang khusus untuk stripping.  Siapkan insert stripping lalu rendam dengan air seember dengan suhu normal, jangan lupa campur air tersebut terlebih dahulu dengan menggunakan baking soda. Anda bisa sesekali kucek clodi lalu diamkan 20 menit. Kalau sudah, maka biasanya airnya menjadi lebih keruh daripada sebelumnya.  Rendam bagian insert tersebut menggunakan air hangat + sabun stripping. Biarkan clodi terendam hingga 15 menit, pastikan air menjadi kekuningan sebagai tanda kalau sudah cukup terendam.  Ulangi tahapan sama untuk bagian-bagian clodi lainnya yaitu liner dan outer menggunakan ember yang berbeda.  Kalau semua bagian sudah direndam memakai langkah-langkah di atas, bilas sampai benar-benar bersih. Cara menghilangkan bau pesing pada clodi yang terakhir adalah menjemur bagian-bagian clodi tersebut di luar, pastikan terik sinar matahari cukup memapari clodi.  Semisal Anda ingin stripping memakai mesin cuci, maka cukup dicuci biasa saja tanpa memakai detergen tapi hingga beberapa kali. Jangan lupa campurkan sedikit soda kue atau cuka untuk sesi cuci yang pertama. Lebih baik lagi kalau sebelumnya direndam dengan memakai air hangat.  Kalau setelah stripping dilakukan, maka residu sudah cukup terangkat. Lalu clodi Anda pun bisa kembali bagus fungsinya. Clodi Anda bisa menjadi lebih kuat atau tidak gampang bocor. Selain itu, bau pesing yang sebelumnya menempel bisa menghilang.  Hindari Penggunaan Pewangi Pakaian Bukan hanya pewangi saja yang perlu dihindari, tapi singkirkan juga bahan pemutih dan pelembut terutama yang berbahan keras. Beberapa produk tersebut sangat bisa meninggalkan residu. Bukan hanya mengurangi performa clodi saja, bisa saja penggunaan pewangi bisa membuat kulit menjadi gatal-gatal.  Sebagai pewangi yang bisa digunakan, coba siapkan jeruk nipis. Tambahkan jeruk nipis untuk bilasan yang pertama agar bisa melenyapkan aroma tak sedap pada clodi. Lebih baik Anda tidak membiarkan clodi kotor hingga beberapa hari dan tidak perlu menyetrika clodi.  Itulah beberapa cara menghilangkan bau pesing pada clodi yang bisa coba Anda lakukan. Kalau Anda merasa performa popok kain sudah menurun, seperti mudahnya clodi menjadi bocor, dan aroma pesingnya menjadi menyengat, maka lebih baik untuk melakukan stripping supaya performa clodi kembali optimal. Yuk saatnya beralih ke popok kain atau clodi Nadnad. Dengan bahan berkualitas premium, menjadikan clodi Nadnad bebas bocor, bau pesing dan tetap nyaman untuk kulih bayi. Tunggu apa lagi? Yuk order sekarang juga sebelum kehabisa stok!

Read More »

Cara Mencuci Clodi yang Terkena Pup dengan Tepat

Penggunaan clodi semakin populer, popok kain ini bisa Anda pakai berulang-ulang sehingga lebih ramah lingkungan dan dinilai lebih ekonomis untuk penggunaan jangka panjang. Kali ini, kita akan membahas bagaimana cara mencuci clodi yang terkena pup. Salah satu hal yang harus dilakukan saat Anda memilih untuk menggunakan clodi yaitu perlu mencucinya secara rutin. Bagaimana Cara Mencuci Clodi Terkena Pup? Lebih baik popok kain ini tidak dicuci secara asal-asalan saja. Jika kita asal cuci saja, maka bisa saja sisa kotoran akan tertinggal. Cara mencuci yang kurang tepat juga bisa berdampak pada rusaknya kain clodi bahkan bisa membuat daya serap clodi tidak sebagus sebelumnya. Maka dari itu, hal yang perlu diketahui jika ingin memakai clodi adalah bagaimana cara mencucinya dengan tepat. Sebelumnya Anda mungkin sempat menganggap kalau clodi kurang praktis dan penuh risiko. Clodi atau popok kain ini padahal memiliki banyak keunggulan, salah satunya yaitu yaitu lebih ekonomis dibandingkan popok biasanya. Anda bisa cuci clodi lalu dipakai kembali. Popok yang satu ini aman karena biasanya clodi dibuat tanpa penggunaan bahan-bahan kimia berbahaya untuk kondisi kulit anak bayi. Clodi harus Anda cuci dengan tepat agar bukan hanya bersih maksimal saja tapi juga supaya lebih awet. Jika clodi tidak Anda bersihkan secara maksimal, maka bakteri-bakteri yang bertumpuk bisa saja menyebar. Yuk cari tahu cara mencuci clodi yang terkena pup pada poin-poin berikut: 1. Pisahkan terlebih dahulu clodi yang terdapat pup dan yang tidak  Langkah awal yang perlu Anda lakukan adalah memisahkan clodi yang terdapat pup atau feses dengan yang tidak ada. Lebih baik jangan mencampurkan keduanya apa lagi dengan cucian yang lainnya. Upaya ini penting diperhatikan supaya kontaminasi bakteri bisa dihindari. Siapkan ember terpisah dalam mencuci clodi yang terdapat pup. Lalu untuk yang hanya terdapat urine saja, maka bisa cuci dengan pakaian lain. 2. Buang kotorannya Buang feses atau kotoran di clodi terlebih dahulu sebelum mencuci menggunakan sabun. Caranya bisa dengan menyiram popok tersebut hingga tidak ada sisa feses yang tersisa. Semisal terdapat lapisan tambahan atau liner yang digunakan untuk sekali penggunaan, maka cukup angkat saja liner tersebut. Kotoran yang ada di liner perlu Anda buang ke kloset, lalu linernya bisa ditaruh di tempat sampah. 3. Rendam clodi Selanjutnya rendam clodi Anda agar bisa semakin menghilangkan sisa kotoran atau nodanya. Biarkan popok terendam beberapa jam lalu Anda bisa mulai mencucinya. Saat merendam clodi, lebih baik gunakan air biasa saja, jangan tambahkan dengan pemutih maupun detergen karena kainnya bisa saja rusak secara perlahan. Jangan lupa untuk mengikuti juga instruksi detail untuk mencuci clodi yang bisa Anda temukan di label. Semisal tulisannya dry-pailing, maka artinya Anda tak boleh merendamnya memakai air. 4. Cuci dengan detergen Clodi bisa dicuci baik itu dengan mesin cuci maupun memakai tangan saja. Tapi cara mencuci clodi yang terkena pup lebih baik secara manual menggunakan tangan supaya hasilnya lebih maksimal. Siapkan air hangat untuk mencuci clodi, mengapa? Agar jamur dan bakteri yang terdapat pada kain bisa dibasmi. Jangan gunakan produk deterjen dengan kandungan pewangi, agar bisa meminimalisir terjadinya iritasi kulit. Pertimbangkan produk deterjen dengan bahan yang lebih ramah atau berformulasi ringan. Jangan juga gunakan produk pelembut, meski hasilnya bisa lebih halus untuk popok kainnya, tapi daya serapnya bisa berkurang. Produk pemutih juga perlu dihindari dengan alasan bisa memicu iritasi kulit juga. 5. Bilas dan cek kembali Saat Anda membilas clodi, lebih baik lakukan 2 kali supaya sisa detergen benar-benar tidak ada sama sekali. Kalau Anda sudah selesai membilas, maka coba cek kembali apakah masih ada aromanya atau tidak. Lebih baik cuci kembali kalau masih bau. Jika masih ada aroma, maka bisa saja berarti bakteri masih ada di clodi tersebut. 6. Keringkan clodi Kalau sudah dipastikan tidak bau dan benar-benar bersih, maka jemur clodi. Pastikan clodi dijemur di luar dan langsung terpapar sinar matahari, karena sinar matahari bisa dengan baik melenyapkan bakteri yang masih tersisa pada kain. Tapi semisal tidak memungkinkan karena hujan atau alasan lain, bisa gunakan mesin pengering lalu jemur di dalam rumah. Itulah beberapa langkah untuk mencuci clodi. Anda bisa gunakan juga baking soda untuk memaksimalkan hasilnya dan hindari menggunakan pemutih. Kalau ingin menggunakan baking soda, maka rendam clodi hingga 30 menit atau bisa lebih juga. Baking soda bisa Anda gunakan kalau noda dan bau di clodi susah hilang. Pastikan Anda mencuci clodi sesuai ketersediaan popok kain di rumah supaya tidak sampai habis stock. Itulah beberapa cara mencuci clodi yang terkena pup dengan tepat. Yuk beralih ke popok kain Nadnad, selain lebih ramah lingkungan, ramah untuk kulif sensitif bayi, juga mudah dicuci. Dapatkan sekarang juga sebelum ketinggalan promonya!  

Read More »

Apakah Mencuci Clodi Menggunakan Cuka Aman?

Beberapa permasalahan yang sering terjadi saat menggunakan clodi adalah kain yang menjadi lebih kaku, mudah bocor, serta terjadi perubahan warna. Banyak tips and tricks yang sudah diterapkan untuk mengembalikan fungsi pada clodi, salah satunya penggunaan cuka. Namun, apakah cuka benar-benar membantu? Mari simak penjelasan tentang mencuci clodi menggunakan cuka bersama Minnad! Apakah Aman Menggunakan Cuka untuk Mencuci Clodi? Clodi (cloth diaper) atau popok kain bayi menjadi pilihan bagi bunda untuk mencegah ruam yang sering timbul pada si kecil. Selain itu penggunaan clodi juga dapat menghemat pengeluaran karena bisa digunakan kembali serta membantu mengurangi sampah yang diakibatkan oleh sampah popok sekali pakai. Mencuci clodi dengan cuka bisa menjadi pilihan yang aman untuk dilakukan. Berikut beberapa alasan mencuci clodi dengan cuka. Sifat Antibakteri Cuka memiliki sifat antibakteri yang membantu membunuh bakteri yang mungkin ada pada clodi. Ini membantu menjaga kebersihan clodi dan mencegah terjadinya iritasi pada kulit atau infeksi. Menghilangkan Bau Ketika mencuci clodi, cuka dapat mengatasi bau yang tidak sedap yang mungkin muncul akibat penggunaan clodi. Ini membantu menjaga kesegaran clodi setelah dicuci. Pemutih Alami Cuka, ketika digunakan bersama-sama dengan sinar matahari, dapat berfungsi sebagai pemutih alami. Ini membantu menghilangkan noda yang mungkin ada pada clodi tanpa perlu menggunakan bahan kimia pemutih yang keras. Lebih Ramah Lingkungan Cuka adalah bahan yang relatif ramah lingkungan karena tidak mengandung zat kimia berbahaya. Dengan menggunakan cuka untuk mencuci clodi, Anda dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Tidak Mengandung Pewangi Buatan Beberapa orang memilih untuk menggunakan cuka karena tidak mengandung pewangi buatan atau bahan kimia tambahan lainnya. Ini menjadi pilihan yang baik bagi bayi atau orang dewasa yang sensitif terhadap pewangi atau bahan kimia tertentu yang dapat menyebabkan iritasi kulit. Pelembut Alami Cuka juga dapat berfungsi sebagai pelembut alami bagi clodi. Residu yang tidak terbilas dengan baik dapat membuat clodi terasa kasar. Dengan menggunakan cuka, Anda dapat membantu melembutkan clodi dengan mengurangi atau menghilangkan residu yang tertinggal pada kain clodi tersebut. Baca Juga : Mengenal Clodi, Popok Kain Ramah Lingkungan! Cara Mencuci Clodi Menggunakan Cuka! Berikut adalah langkah-langkah untuk mencuci clodi dengan cuka : Bilas Clodi Terlebih Dahulu Sebelum mencuci clodi, pastikan untuk membilasnya terlebih dahulu di bawah air mengalir untuk menghilangkan kotoran yang mungkin masih menempel pada clodi. Campur Cuka dengan Air Campur cuka dengan air dalam wadah atau ember. Sebagai panduan, gunakan sekitar setengah hingga satu cangkir cuka untuk satu galon air. Sesuaikan dengan jumlah clodi yang akan dicuci. Rendam Clodi Lama waktu perendaman clodi sangat bervariasi. Clodi bisa direndam dalam jangka waktu 15 – 30 menit, beberapa jam, hingga semalaman. Hal tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Cuci Seperti Biasa Setelah proses perendaman. Cuci clodi menggunakan deterjen khusus clodi, sabun lerak atau pun sabun mandi cair. Hindari sabun yang mengandung 3P (Pewangi, Pelembut, Pemutih) karena bahan kimia yang terdapat pada kandungan tersebut dapat merusak serat kain. Jemur di bawah Sinar Matahari Jemur clodi di bawah sinar matahari langsung. Sinar matahari memiliki sifat pemutih alami dan dapat membantu membunuh bakteri yang tersisa. Jika kondisi sedang mendung, clodi cukup diangin-anginkan saja. Penting untuk dicatat, sebaiknya penggunaan cuka tidak dilakukan secara berlebihan. Ikuti panduan perawatan clodi dari produsen. Cuka bisa digunakan saat melakukan stripping setiap 1 bulan sekali. Selain itu, pastikan untuk membilas clodi dengan baik untuk menghindari residu yang tertinggal. Jika bunda sedang mencari clodi yang aman, nyaman, serta sudah memiliki Standar Nasional Indonesia alias SNI, Nadnad Clodi jawabannya. Nadnad Clodi merupakan popok kain ramah lingkungan asli dalam negeri. Dibuat dengan bahan microfleece yang sangat nyaman ketika bersentuhan langsung dengan kulit si kecil. Nadnad Clodi tersedia bagi baby newborn hingga bayi yang sudah aktif. Bunda bisa mendapatkan berbagai promo clodi menarik dengan cara konsultasi dengan CS Nadnad sekarang juga!

Read More »

Categories

More Posts

Send Us A Message

Form Pendaftaran

LOGO NADNAD

Kami tahu untuk para wanita yang masih produktif ketika sedang menstruasi, pasti banyak sekali mengalami keresahan. 

Oleh karena itu, nadnad hadir dengan memberikan solusi melalui produk-produk yang dapat membuat nyaman di hari merahnya.

Kategori Produk

Pembalut Kain

Feminine Wash

Sabun Lerak

Mood Booster

Sabun Lerak

Clodi

Wetbag

Info & Program

CSR

Katalog Produk

Bikin Nyaman Hari Merahmu

Perum Mitra Asri Residence Gg Mawar II/8
Jl. Biliton, Gedangsewu, Pare, Kediri, Jawa Timur

sakinaclodi@gmail.com