Keputihan sering kali membuat sebagian perempuan merasa tidak nyaman, khawatir, bahkan panik. Padahal, keputihan adalah kondisi yang sangat umum dan dialami oleh hampir semua wanita.
Namun, penting untuk mengetahui mana keputihan yang normal dan mana yang perlu diwaspadai agar kesehatan organ intim tetap terjaga.
Artikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari pengertian, jenis-jenis keputihan, penyebab keputihan tidak normal, hingga cara mengurangi resikonya, sehingga kamu bisa lebih paham dan tidak salah langkah dalam menanganinya.
Pengertian
Keputihan adalah keluarnya cairan atau lendir dari vagina. Cairan ini merupakan mekanisme alami tubuh wanita untuk menjaga kelembapan, kebersihan, dan keseimbangan bakteri baik di area kewanitaan.
Saat hal ini terjadi, cairan yang keluar akan membawa sel-sel mati dan bakteri, sehingga vagina terlindungi dari infeksi.
Oleh karena itu, hal ini normal tidak berbahaya dan justru menandakan bahwa organ reproduksi bekerja dengan baik.
Namun, dalam kondisi tertentu, bisa berubah menjadi tidak normal dan menimbulkan rasa tidak nyaman, gatal, bau tidak sedap, bahkan nyeri.

Berdasarkan Warna dan Tekstur
1. Berwarna Putih
Warna putih umumnya tergolong normal, terutama menjelang atau setelah menstruasi. Namun, jika keputihan putih disertai rasa gatal, perih, atau berbuih, bisa menjadi tanda infeksi jamur.
2. Bening dan Berair
Warna bening dan berair biasanya terjadi saat tubuh sedang aktif, seperti setelah olahraga atau aktivitas berat. Kondisi ini tergolong normal dan tidak perlu dikhawatirkan.
3. Bening dan Elastis
Jenis ini biasanya muncul saat masa ovulasi. Teksturnya licin dan elastis seperti putih telur, menandakan masa subur wanita. Kondisi ini sepenuhnya normal.
4. Berwarna Coklat atau Berdarah
Warna coklat atau bercampur darah sering muncul setelah menstruasi. Hal ini terjadi akibat sisa darah haid dan masih tergolong normal selama tidak disertai nyeri atau bau menyengat.
5. Berwarna Kuning atau Hijau
Warna kuning atau hijau dengan tekstur kental dan bau tidak sedap merupakan keputihan tidak normal.
Kondisi ini bisa menjadi tanda infeksi, seperti trikomoniasis atau infeksi menular seksual lainnya, dan perlu segera ditangani.
Penyebab Infeksi Tidak Normal
Setiap wanita bisa mengalami keputihan dengan kondisi yang berbeda-beda. Berikut beberapa penyebab keputihan yang perlu diwaspadai:
1. Bakteri Vaginosis
Bakteri vaginosis merupakan salah satu penyebab tidak normal yang cukup sering terjadi. Infeksi ini ditandai dengan:
- Keputihan berlebih
- Bau tidak sedap
- Warna keabu-abuan
Infeksi ini dapat meningkat risikonya pada wanita yang aktif secara seksual, termasuk melalui seks oral atau memiliki lebih dari satu pasangan.
2. Trikomoniasis
Trikomoniasis disebabkan oleh protozoa atau organisme bersel tunggal. Infeksi ini dapat menular melalui hubungan seksual atau penggunaan barang yang terkontaminasi. Gejalanya meliputi:
- Berwarna kuning atau hijau
- Bau menyengat
- Rasa gatal, nyeri, dan peradangan
Namun, pada sebagian wanita, infeksi ini bisa terjadi tanpa gejala yang jelas.
3. Human Papillomavirus (HPV)
HPV adalah virus yang menular melalui hubungan seksual dan dapat meningkatkan risiko kanker serviks. Ciri-cirinya seperti:
- Berwarna coklat atau bercampur darah
- Bertekstur berair
- Disertai bau tidak sedap
Ciri Keputihan Normal
- Berwarna jernih atau transparan
- Tidak berbau menyengat
- Tekstur cair atau sedikit lengket
- Jumlahnya dapat berubah sesuai siklus menstruasi
Faktor seperti kehamilan, konsumsi pil KB, masa ovulasi, rangsangan seksual, dan stres juga dapat memengaruhi jumlah keputihan.
Ciri Keputihan Tidak Normal
- Menimbulkan rasa gatal atau perih
- Berwarna kuning, hijau, atau keabu-abuan
- Tekstur kental atau berbusa
- Bau tidak sedap
Jika tanda-tanda ini muncul, sebaiknya tidak diabaikan.
Cara Mengurangi Risiko Tidak Normal
Untuk menjaga kesehatan organ intim dan mengurangi risiko yang tidak normal, lakukan langkah-langkah berikut:
- Jaga kebersihan area kewanitaan, terutama setelah buang air kecil dan berhubungan seksual
- Gunakan pakaian dalam berbahan katun dan hindari celana terlalu ketat
- Hindari sabun atau produk kewanitaan berpewangi, karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik
- Ganti pembalut setiap 3–4 jam sekali untuk mencegah pertumbuhan bakteri
- Hindari berganti-ganti pasangan seksual
- Gunakan pengaman saat berhubungan seksual
Jika terasa semakin mengganggu atau mengarah ke kondisi tidak normal, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Keputihan adalah kondisi alami yang dialami wanita, namun tetap perlu diperhatikan. Dengan memahami jenis, penyebab, dan cara pencegahannya, kamu bisa menjaga kesehatan area kewanitaan dengan lebih baik dan nyaman dalam beraktivitas sehari-hari.
Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu sobat Nadnad lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi. Cek link disini untuk konsultasi lebih lanjut.






