Pembalut kain atau yang sering disebut menspad kini semakin banyak digunakan oleh perempuan Indonesia.
Selain lebih ramah lingkungan, produk ini juga dikenal lebih aman untuk kulit sensitif karena tidak mengandung bahan kimia seperti klorin dan pewarna buatan.
Namun, agar manfaatnya bisa dirasakan secara maksimal, diperlukan perawatan dan cara pencucian yang benar.
Masih banyak yang bingung “apakah pembalut kain boleh dicuci pakai sabun biasa?” Berapa lama sebaiknya digunakan? Dan apakah aman jika dicuci menggunakan mesin cuci?
Nah, di artikel ini kita akan membahas cara mencuci pembalut kain yang benar, aman, dan higienis, lengkap dengan menjawab pertanyaan yang paling sering ditanyakan.
Yuk, simak sampai selesai!
Berapa Lama Pemakaian yang Dianjurkan?
Sebelum membahas cara mencuci, penting untuk memahami durasi pemakaian yang ideal. Pada dasarnya, lama pemakaian pembalut kain bisa disesuaikan dengan:
- Daya serap pembalut kain
- Volume darah menstruasi
- Aktivitas yang dilakukan
Namun secara umum, produk cuci ulang ini disarankan untuk diganti setiap 3–4 jam sekali. Tujuannya adalah untuk menjaga area kewanitaan tetap kering, mencegah kelembaban berlebih, serta mengurangi resiko iritasi dan pertumbuhan bakteri.
Semakin sering diganti, semakin terjaga pula kebersihan dan kesehatan kulit.
Apakah Boleh Dicuci dengan Sabun?
Jawabannya: boleh, tetapi dengan catatan penting. Tidak semua sabun aman digunakan untuk mencuci pembalut kain.
Hindari sabun yang mengandung 3P, yaitu:
- Pemutih
- Pewangi
- Pelembut
Kandungan tersebut dapat merusak serat kain, menurunkan daya serap, serta berisiko menimbulkan iritasi pada kulit sensitif. Sebagai alternatif yang lebih aman, kamu bisa menggunakan:
- Sabun lerak
- Sabun mandi cair tanpa pewangi
- Sabun khusus bayi atau sabun alami
Sabun yang lembut akan membantu membersihkan noda darah tanpa merusak kualitas produk
Apakah Boleh Dicuci atau Dikeringkan dengan Mesin Cuci?
Untuk menjaga kualitas agar tetap awet, tidak disarankan mencuci atau mengeringkan pembalut kain menggunakan mesin cuci. Putaran mesin yang kuat dapat menyebabkan:
- Serat kain cepat rusak
- Lapisan penyerap menjadi menggumpal
- Umur pemakaian pembalut menjadi lebih pendek
Mencuci secara manual memang membutuhkan sedikit usaha ekstra, tetapi hasilnya jauh lebih baik untuk menjaga daya serap dan kenyamanan pembalut kain.

Cara Mencuci agar Daya Serap Maksimal
Banyak yang belum tahu bahwa pembalut kain baru perlu dicuci terlebih dahulu sebelum digunakan. Tujuannya adalah untuk mengaktifkan daya serap kain.
Tidak ada perbedaan besar antara mencuci pembalut kain baru dan lama, namun khusus pembalut kain baru disarankan untuk:
- Dicuci sebanyak 2–3 kali sebelum pemakaian pertama
- Tidak menggunakan sabun keras
Dengan cara ini, pembalut kain akan menyerap darah dengan lebih optimal saat digunakan.
Langkah-Langkah Cara Mencuci yang Benar
Berikut tahapan mencuci yang bisa kamu lakukan di rumah:
1. Bilas dengan Air Mengalir
Segera setelah digunakan, bilas menggunakan air mengalir hingga noda darah berkurang atau hilang. Hindari merendam terlalu lama karena dapat membuat noda semakin sulit diangkat.
2. Tuangkan Sabun Secukupnya
Gunakan sabun cair yang lembut atau sabun lerak secukupnya pada permukaan, terutama di bagian yang terkena noda.
3. Kucek Secara Perlahan
Kucek dengan lembut menggunakan tangan. Jika noda membandel, kamu bisa menggunakan sikat gigi berbulu halus agar kain tidak rusak.
4. Bilas Hingga Bersih
Bilas kembali dengan air mengalir sampai tidak ada sisa sabun atau busa yang tertinggal. Sisa sabun dapat menyebabkan iritasi jika masih menempel.
5. Peras dengan Cara yang Tepat
Peras dengan cara dikepal-kepal, bukan dipelintir. Cara ini membantu mengeluarkan air tanpa merusak serat kain.
6. Jemur di Bawah Sinar Matahari
Jemur dengan posisi bagian dalam (inner) menghadap sinar matahari langsung.
Sinar matahari berfungsi sebagai antiseptik alami yang membantu membunuh bakteri dan menjaga pembalut tetap higienis. Mencuci produk dengan cara yang benar sangat penting untuk menjaga kebersihan, kesehatan kulit, dan keawetan produk.
Dengan mengganti pembalut secara teratur, menggunakan sabun yang tepat, serta menjemur di bawah sinar matahari, pembalut kain bisa digunakan dalam jangka panjang dan tetap nyaman saat dipakai.
Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar pembalut kain atau cara perawatannya, jangan ragu untuk berkonsultasi dan mencari informasi dari sumber terpercaya. Perawatan yang tepat akan membuat pengalaman menstruasi menjadi lebih aman dan menyenangkan. Klik link di sini untuk informasi lebih lanjut.






