Pembalut Bikin Iritasi dan Tidak Nyaman? Ini Tips Ampuh agar Area Intim Tetap Sehat Saat Menstruasi
Menstruasi adalah siklus alami yang dialami setiap perempuan. Namun, tidak sedikit yang justru merasa tidak nyaman selama haid, salah satunya karena iritasi akibat penggunaan pembalut.
Rasa gatal, perih, panas, hingga kemerahan di area kewanitaan sering kali membuat aktivitas terganggu dan menurunkan rasa percaya diri.
Padahal, iritasi bukanlah hal yang “wajar” dan bisa dicegah jika kita memahami penyebabnya serta mengetahui cara merawat area intim dengan benar.
Artikel ini akan membahas penyebab iritasi pembalut sekaligus tips efektif mencegah iritasi saat menstruasi, agar kamu bisa menjalani hari-hari haid dengan lebih nyaman dan aman.
Mengapa Pembalut Bisa Menyebabkan Iritasi?
Iritasi pada area kewanitaan umumnya terjadi akibat gesekan dan kelembaban berlebih saat menggunakan pembalut.
Saat menstruasi, kondisi vagina menjadi lebih sensitif karena adanya darah, keringat, dan perubahan hormon. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat memicu iritasi.
Beberapa penyebab umum iritasi akibat pembalut antara lain:
- Gesekan saat beraktivitas
Saat beraktivitas, terutama aktivitas padat seperti berjalan jauh atau duduk lama, pembalut dapat bergeser dan bergesekan dengan kulit. Gesekan inilah yang sering memicu rasa perih dan kemerahan. - Kelembaban berlebih
Pembalut yang jarang diganti atau memiliki sirkulasi udara buruk dapat membuat area kewanitaan lembab. Kondisi lembab adalah lingkungan ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang. - Bahan pembalut yang kurang ramah kulit
Pembalut dengan bahan kasar, mengandung pewangi, atau bahan kimia tambahan dapat memicu iritasi, terutama pada kulit sensitif.
Gejala iritasi biasanya ditandai dengan rasa gatal, nyeri, panas, kemerahan, bahkan lecet ringan pada kulit sekitar area intim.
Tips Mencegah Iritasi Saat Menggunakan Pembalut
Untuk menghindari iritasi dan menjaga kesehatan area kewanitaan selama menstruasi, berikut beberapa tips penting yang bisa kamu terapkan:
1. Gunakan Pembalut dengan Bahan Lembut dan Aman
Pilih pembalut yang terbuat dari bahan lembut seperti kapas alami, kain, atau bahan hypoallergenic.
Pembalut dengan bahan ini cenderung lebih ramah di kulit dan meminimalkan risiko iritasi.
Sebaiknya hindari pembalut yang mengandung:
- Pewangi buatan
- Zat kimia tambahan
- Lapisan kasar di permukaan
Pembalut tanpa pewangi jauh lebih aman, terutama untuk kamu yang memiliki kulit sensitif.
2. Ganti Pembalut Secara Teratur
Salah satu penyebab utama iritasi adalah terlalu lama menggunakan pembalut yang sama. Idealnya, pembalut diganti setiap 3–4 jam sekali, atau lebih sering jika darah menstruasi cukup banyak.
Pembalut yang terlalu lama digunakan akan membuat area kewanitaan:
- Lebih lembab
- Lebih panas
- Lebih berisiko mengalami iritasi dan infeksi
3. Jaga Kebersihan Area Kewanitaan
Setiap kali mengganti pembalut, pastikan kamu membersihkan area kewanitaan dengan benar. Gunakan:
- Air bersih atau air hangat
- Sabun lembut dengan pH seimbang (tanpa pewangi berlebih)
Setelah dibersihkan, keringkan area intim sebelum memasang pembalut baru. Area yang lembab dapat memperparah iritasi.
4. Hindari Pembalut dengan Daya Serap Terlalu Tinggi
Pembalut dengan daya serap tinggi memang terlihat praktis karena tidak perlu sering diganti.
Namun, jenis pembalut ini cenderung menahan kelembaban lebih lama, sehingga meningkatkan risiko iritasi.
Solusinya, pilih pembalut dengan daya serap sesuai kebutuhan:
- Daya serap sedang untuk aktivitas harian
- Daya serap lebih tinggi hanya saat malam hari
5. Hindari Pembalut dengan Lapisan Plastik
Pembalut dengan lapisan plastik di bagian luar dapat menghambat sirkulasi udara dan membuat area kewanitaan terasa panas dan lembab. Sebaiknya pilih pembalut dengan lapisan kain atau bahan breathable yang memungkinkan udara tetap mengalir.
6. Gunakan Pakaian Dalam dan Pakaian yang Longgar
Selain pembalut, pakaian yang kamu gunakan juga berpengaruh besar. Gunakan:
- Pakaian dalam berbahan katun
- Pakaian luar yang longgar dan menyerap keringat
Hindari pakaian ketat atau berbahan sintetis karena dapat meningkatkan gesekan dan kelembaban.
7. Hindari Produk Kimia Tambahan di Area Intim
Selama menstruasi, sebaiknya tidak menggunakan produk tambahan seperti:
- Deodoran area intim
- Parfum
- Lotion atau bedak di area kewanitaan
Produk-produk tersebut berisiko memicu reaksi alergi dan iritasi, terutama saat kulit sedang sensitif.
Kapan Harus Konsultasi ke Tenaga Medis?
Jika iritasi tidak kunjung membaik, terasa semakin nyeri, atau disertai gejala lain seperti luka, keputihan tidak normal, atau bau tidak sedap, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter atau tenaga kesehatan profesional.
Penanganan yang tepat akan membantu mencegah kondisi menjadi lebih serius.Iritasi akibat pembalut bukanlah kondisi yang harus dianggap sepele.
Dengan memilih pembalut yang tepat, menggantinya secara teratur, serta menjaga kebersihan dan sirkulasi udara di area kewanitaan, risiko iritasi bisa diminimalkan. Menstruasi seharusnya tetap bisa dijalani dengan nyaman tanpa rasa khawatir.






